Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Sharapova dan Djokovic Menang Mudah

Written By arnoldy septiano on Selasa, 15 Januari 2013 | 10.03

MARIA Sharapova dengan mudah melewati hadangan di babak I turnamen Grand Slam Australian Open 2013. Petenis cantik Rusia yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini mengalahkan rekan senegaranya, Olga Puchkova, Senin 14 Januari 2013.

Pada pretandingan di Melbourne tersebut, Sharapova tak membiarkan Puchkova mencuri satu pun game. Mantan pemilik rangking 1 dunia itu membungkam lawannya yang menempati peringkat 107 dalam pertandingan straight set, 6-0 dan 6-0.

Kemenangan mudah juga diraih petenis senior Amerika Serikat, Venus Williams. Peraih tujuh kali gelar juara Grand Slam di nomor tunggal ini menyingkirkan wakil Kazakhstan, Galina Voskoboeva, 6-1 dan 6-0.
Sementara itu, Samantha Stosur harus melewati tie break sebelum menghentikan perlawanan petenis non-unggulan asal Taiwan, Chang Kai-Chen. Petenis tuan rumah akhirnya mengantongi kemenangan straight set, 7-6(3) dan 6-3.

Di tunggal putra, unggulan teratas Novak Djokovic sukses mengalahkan Paul-Henri Mathieu di babak I turnamen Grand Slam Australian Open 2013. Petenis peringkat 1 dunia itu sudah ditunggu lawan di babak selanjutnya, Ryan Harrison.

Pada pertandingan di Melbourne, Senin 14 Januari 2013, Djokovic sempat mendapat perlawanan sengit dari Mathieu di set kedua dan ketiga. Petenis berkebangsaan Serbia itu akhirnya membungkus kemenangan melalui pertandingan tiga set, 6-2, 6-4 dan 7-5.

Selanjutnya, Djokovic akan ditantang Ryan Harrison di babak II. Petenis muda Amerika Serikat itu menyingkirkan wakil Kolombia, Santiago Giraldo, lewat pertarungan empat set, 2-6, 6-6, 7-5, dan 6-4.
Meski Harrison kini menempati peringkat 62 dunia, Djokovic pantang menganggap remeh petenis 20 tahun tersebut. Peraih dua kali gelar juara Australian Open ini enggan membicarakan target terlalu dini.


”Ini merupakan turnamen panjang yang berlangsung selama dua pekan. Pertandingan baru memasuki hari pertama tentu semua petenis masih antusias,” ujar Djokovic seperti dilansir Reuters. (viva/twu)

Voli Amarta Cup IV, Pendaftaran dan Makan Gratis

Written By Taufik on Senin, 08 Oktober 2012 | 09.14

Dua klub saat bertanding dalam turnamen voli Amarta Cup IV di Desa Terban, kemarin
(HARSEM/HERU SANTOSO)
Sebanyak 20 klub voli dari berbagai daerah di Jateng mengikuti kejuaran dua tahunan memperebutkan Piala Amarta di Lapangan Amarta, Desa Terban, Pabelan, Kabupaten Semarang, kemarin. Ajang ini dihelat tiap hari Minggu dan akan berakhir pada Minggu (21/10) mendatang.

Ketua Panitia Amarta Cup IV Arif Widodo mengatakan, kejuaraan ini tiap digelar diikuti setidaknya 20 klub. Tahun ini, sebanyak 20 klub bertarung dengan sistem gugur.

“Tahun 2012 ini, Amarta Cup IV diikuti 20 klub dari Jateng dan DIY. Dari 20 klub tersebut, terdapat tim tangguh macam Dishub Jateng, BNI 46 Semarang, PLN Salatiga, serta Surya Muda Salatiga. Tim-tim ini selalu mengikuti keujaraan dua tahunan yang digelar bekerja sama dengan Trah Singosetiko Terban ini,” jelas Arif didampingi Wakil Ketua Panitia Lilik Budi Santoso, kemarin.

Sementara Kepala Desa Terban Asrofi menambahkan, “Kejuaraan ini digelar untuk lebih mempersatukan para pemuda, khususnya Desa Terban, yang selama ini tidak pernah rebut-ribut. Selain itu, untuk menghibur masyarakat,” jelas Asrofi, yang masa jabatannya akan berakhir November mendatang.
Turnamen ini boleh dibilang unik karena pendaftarannya gratis dan akan mendapatkan uang transport untuk enam klub. Sedangkan untuk semua pemain yang terlibat dalam turnamen ini akan disuguhi makan gratis yang dimasak dan disajikan para pemuda Desa Terban.

Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piala. Untuk juara pertama memperoleh Rp 2,3 juta, juara kedua Rp 1,7 juta, juara ketiga Rp 1,2 juta, serta juara keempat memperoleh Rp 800.000. (hes/13)

Latihan Bersama di Borobudur

(harsem/dok)
Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) menggelar latihan bersama di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Minggu (7/10). Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk dukungan dari federasi karate Indonesia supaya cabang olahraga beladiri itu bisa dipertandingkan di ajang Olimpiade.

Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji mengatakan, “The Karate Day” adalah latihan bersama keluarga besar karate untuk mendukung bidding karate di Olimpiade 2020.

"Kami memilih tempat di Candi Borobudur, karena tempat itu ikon dunia. Kegiatan hari ini, yaitu melakukan latihan bersama dan itu merupakan salah satu bentuk dukungan agar karate bisa dipertandingkan di Olimpiade 2020," tutur mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI itu di Candi Borobudur.

Dalam acara “Karate Day” yang berpusat di kompleks candi Borobudur ini, sebanyak 1000 Karateka menyemarakkan acara ini. Mereka berasal dari 14 perguruan dari dua Pengurus Provinsi di Indonesia, yaitu Pengprov Forki Jawa Tengah dan DKI Jakarta, acara ini diselenggarakan juga di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Federasi Karate Dunia (WKF) telah melaunching 7 Oktober sebagai Hari Karate – The Karate Day. Momen ini dijadikan sebagai bentuk dukungan dari federasi karate dunia supaya cabang olahraga beladiri itu bisa dipertandingkan di ajang Olimpiade 2020. Sekitar 10 juta atlet dan 100 juta praktisi karate dunia dari 185 federasi karate menggelar latihan bersama di negara masing-masing, Minggu (7/10). (rif)

Capoeira, Seni dan Beladiri yang Makin Digandrungi

(harsem/dok)
Banyak yang Meragukan Kemampuannya dalam Pertarungan Sungguhan
 
Paranawe ... paranawe ...
Begitulah sepenggal bait lagu yang mengiringi para pemain capoeira menunjukkan kebolehan. Olah tubuh yang awalnya berkembang di Brasil itu kini mulai menjamur di kota-kota besar macam Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan Semarang.

Para peminat mengakui, banyak manfaat yang didapatkan dari mempelajari capoeira, selain untuk beladiri tentu saja, di antaranya mengajarkan untuk selalu berpikir strategis saat menganalisa keadaan, mengenal arti kehidupan, disiplin, lebih pandai bergaul, dan ketenangan pikiran; selain tubuh menjadi lebih bugar yang otomatis membentuk kekuatan, ketahanan, dan kelenturan otot.

Capoeira berasal dari Brasil yang dikembangkan oleh budak-budak Afrika sekitar tahun 1500-an pada jaman penjajahan Portugis. Gerakan capoeira lebih terlihat seperti tarian daripada gerakan beladiri itu sendiri.

Kombinasi unik dari tarian dan beladiri inilah yang kemudian mejadikan capoiera menjadi salah satu olahraga beladiri yang banyak digemari di seluruh penjuru dunia, bahkan di Indonesia.

Latihan capoeira biasanya diiringi oleh musik yang disebut Jogo. Sekalipun sering dikritik karena banyak yang meragukan kemampuan capoeira dalam pertarungan sungguhan, namun tidak mematahkan semangat para peminat capoeira untuk tetap menikmati seni beladiri ini.

Tak hanya berbicara soal bagaimana bertarung, olahraga ini juga mengusung filosofi, kebudayaan, dan tentunya manfaat kesehatan yang begitu besar. Nah, jika Anda ingin memiliki tubuh yang indah dan kencang, capoeira bisa menjadi alternatif latihan yang tepat.

Capoeira merupakan latihan kardio yang cukup menyenangkan dan efektif membantu Anda menurunkan berat badan. Latihan ini berfokus pada pelatihan keseimbangan, power, dan koordinasi tubuh, dengan beragam manfaat kesehatan seperti, meningkatkan pembakaran kalori, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kekuatan otot, persendian, mencegah penyakit kardiovaskuler, dan masih banyak lagi.

Bahkan alunan musik tradisional Brasil yang mengiringi Anda sepanjang latihan, dapat membuat Anda berlatih lebih segar dan fun. (rif)

Renang Incar Tujuh Medali Emas

Written By Taufik on Jumat, 05 Oktober 2012 | 08.59

Triadi Fauzi
Tim renang Indonesia mengincar tujuh medali emas pada SEA Games 2013 Myanmar. Pelatih Kepala Pelatnas PB PRSI Hartadi Nurjojo di Semarang, Kamis, mengatakan, target itu berdasarkan prestasi yang diraih perenang Indonesia dalam berbagai kejuaraan renang internasional, termasuk hasil SEA Games 2011.

Ia mengharapkan, tujuh medali emas tersebut dari nomor 50 meter gaya bebas putra atas nama Triadi Fauzi yang memiliki catatan waktu 23,17 detik, sementara itu peraih emas SEA Games 2011 Quek Xin Hui Arren (Singapura) catatan waktunya 23,28 detik.

Selain itu, nomor 800 meter gaya bebas putri atas nama Raina Saumi dengan catatan waktu terbaiknya 08.55.83, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Khoo Chai Lin dengan catatan waktu 08.50.17.

Pada nomor 100 meter gaya punggung, Indonesia juga berpeluang meraih emas atas nama I Gede Siman Sudartawa dengan catatan waktu 00.55.32 sedangkan saat meraih emas SEA Games 2011 catatan waktu Siman adalah 00.55.59.

Perenang Riau (Siman Sudartawa) juga berpeluang meraih emas pada nomor 200 meter gaya punggung seperti yang diraih pada SEA Games 2011.

Selain itu, perenang berasal dari Jawa Barat Glenn Victor juga berpeluang meraih emas dari nomor 100 meter gaya kupu dengan catatan waktu 00.53.17, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 yaitu Hoang Quy Phuoc (Vietnam) dengan catatan waktu 00.53.07.

Selain itu, perenang putri berasal dari Jawa Barat, Monaliza Arieswati di nomor 200 meter gaya kupu dengan catatan waktu terbaik 02.14.39, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Tao Li (Singapura) catatan waktunya 02.14.27.

Pada nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan materi perenang I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glenn Victor, Triadi Fauzi, atau Nocko Biondi, Indonesia juga memiliki peluang meraih medali emas.

Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, tahap saat ini adalah induk organisasi olahraga renang di Tanah Air ini sedang mengusulkan 29 perenangnya bisa masuk pelatnas yang dipersiapkan pada SEA Games mendatang.

"Kita sudah mengajukan itu kepada Satlak Program Indonesia Emas (Prima) dan kini kami masih menunggu Surat Keputusan untuk pelatnas," katanya. (rif)

Pukulan Piriyapinyo Mematikan

(harsem/dok)
Chris John, ayah dari Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani itu, bakal ditantang Chonlatarn Piriyapinyo yang punya pukulan mematikan.

Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John mulai fokus latihan dengan mitra latih tanding guna meladeni petinju Thailand Chonlatarn Piriyapinyo di Singapura, 9 November 2012.

Piriyapinyo punya catatan mengkilap di ring tinju. Petarung Thailand ini sebagaimana petinju-petinju asal Negeri Gajah Putih, memiliki kekuatan di atas rata-rata, baik saat bertahan maupun menyerang. Bahkan, dari sejumlah rekaman video diketahui bahwa bakal lawan Chris John ini punya serangan balik yang membahayakan.

Sebab itu, Chris kini mulai fokus berlatih tanding dengan petinju-petinju yang segaya dengan Chonlatarn Piriyapinyo.

"Mulai Rabu (3/10), saya sudah menjalani latihan dengan sparring partner di Jakarta," kata petinju dengan rekor bartarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah ini.

Menurutnya, petinju Thailand ini memiliki gaya bertinju yang hampir sama dengan dirinya, yaitu counter boxer. "Saya yakin pelatih saya Craig Christian sudah menyiapkan strategi untuk saya saat menghadapi dia," katanya.

Menurut The Dragon, julukannya, ada tiga petinju yang menjadi teman latih tandingnya, yaitu dua dari Filipina dan satu dari Australia. Dua petinju Filipina itu sama yang digunakan Daud Yordan untuk teman latih tanding karena dirinya dan Daud Yordan sama-sama berlatih di tempat yang sama di Jakarta.

"Suatu saat sebelum bertarung di Singapura, saya juga akan menjalani sparring dengan Daud Yordan," katanya.

Pertarungan melawan Chonlatarn Piriyapinyo mendatang merupakan pertarungan ke-17 bagi Chris John sejak merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA setelah mengalahkan petinju Kolombia Oscar Leon di Bali, 26 September 2003 melalui pertarungan ad-interim. (rif)

Pemain Voli Pantai Kebanyakan Berbikini

Seragam pasangan AS di Olimpiade London, Kerri Walsh Jennings dan Misty May-Treanor, malah bukan bikini. (harsem/dok)
Apakah kostum yang paling nyaman untuk dikenakan pemain voli pantai, di bawah terik matahari yang menyengat?

Bukan rahasia lagi, penonton berdatangan ke voli pantai hanya untuk melihat para atletnya mengenakan bikini. Federasi Voli Pantai Internasional sendiri menetapkan peraturan baru yang mengizinkan tim voli pantai putri untuk mengenakan celana pendek dan t-shirt (bila menghendakinya), mengingat cuaca bisa menurun drastis.

Bahwa setiap tim voli pantai putri bertanding di Olimpiade London lalu, kecenderungan itu tak berubah. Penonton (kebanyakan pria) membanjiri area pertandingan hanya untuk mengagumi para pemain.

Pilihan yang sedikit berbeda dilakukan oleh tim voli pantai Amerika Serikat, Kerri Walsh Jennings dan Misty May-Treanor. Mereka menjadi berita karena memakai t-shirt lengan panjang dari Spandex sebagai pelengkap celana bikininya, saat bertanding melawan tim Australia di Olimpiade London. Sebenarnya mereka tak mempermasalahkan penggunaan bikini saat bertanding.

"Kami bukannya enggak nyaman dengan bikini. Kami tumbuh di California selatan, itulah (bikini) yang kita pakai ketika memasuki musim panas," ujar Jennifer Kessy.

Kerri Walsh mengaku sangat menyukai seragam voli pantainya. Tidak seperti saat mengenakan kaus gombrong dan celana pantai, bikini lebih memudahkannya bergerak.

"Aku enggak suka di-waxed. Waxing membuatku ingin menonjok seseorang. Tapi aku tidak mau terlalu sadar diri dan mengkhawatirkan bikini line-ku ketika sedang bertanding, jadi aku pilih laser saja," ujarnya.

Di luar urusan waxing, Kerri Walsh tidak mengeluhkan apa pun. Bahkan ketika ditanya rahasia kecantikannya, sambil berkelakar ia mengatakan, "Pasir itu bahan pengelupasan yang bagus."

Dalam kenyataannya, memadukan kaus lengan panjang dan celana bikini juga tidak memengaruhi penampilan mereka. (rif)

Daud Ladeni Petinju Inggris

Written By Taufik on Kamis, 04 Oktober 2012 | 08.56

Daud Yordan (harsem/dok)
Jika Chris John bakal ditantang petinju Thailand, maka Daud Yordan bakal bentrok kontra petarung Inggris.

Juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan – atau biasa disapa “Cino” – bakal  duel melawan petinju Inggris Joy Steven Vureev pada pertarungan perebutan gelar di Singapura, 9 November 2012.

"Saya sudah diberitahu oleh manajemen Mahkota Promotion soal lawan petinju dari Inggris tersebut dan saya sekarang ini sedang menjalani latihan di Jakarta bersama Chris John," kata Daud Yordan ketika dihubungi dari Semarang, Selasa.

Menurut petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah tersebut, dirinya tidak akan menghiraukan lawannya apakah lebih tinggi, rekor bertarungnya lebih baik, atau yang lainnya.

"Yang pasti saya tetap melakukan persiapan dengan maksimal di bawah asuhan pelatih saya Damianus Yordan," kata petinju yang menjadi juara dunia setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva tersebut.

Ketika ditanya persiapan menghadapi petinju dari Inggris tersebut, dia mengatakan mulai kemarin dirinya menjalani latihan dengan mitra tanding. "Sudah ada dua mitra tanding yang akan menjadi 'sparring' saya," katanya.

Latihan dengan Petinju Filipina
Ia menyebutkan, dua petinju dari Filipina akan menjadi teman latih tanding dirinya, mungkin juga petinju dari Sasana Herry's Gym Australia, mungkin juga dengan pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John.

"Selama berlatih di Jakarta ini sejak dua hari yang lalu, saya bergantian dengan Chris John karena tempatnya hanya satu," kata petinju Sasana Kayong Utara tersebut.

Pertarungan melawan petinju Inggris mendatang merupakan pertama kali bagi Daud Yordan dalam rangka mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu IBO setelah merebutnya melalui pertarungan melawan Lorenzo Villanueva (Filipina) di Singapura, awal Mei 2012.

Pertarungan Daud Yordan dengan Chris John merupakan satu paket karena mereka berada dalam satu naungan promotor yaitu Mahkota Promotion di bawah pimpina Raja Sapta Oktohari.

Kalau pada pertarungan di Singapura mendatang, Daud melawan petinju Inggris, sementara Chris John menghadapi petinju Thailand Chonlatarn Piriyapinyo.

"Saya akan menyiapkan secara maksimal untuk pertarungan mendatang tanpa memandang siapa yang akan menjadi lawan saya, apakah berbadan tinggi, atau memiliki rekor bertarung yang lebih baik," kata Daud Yordan. (rif)

Tiga Perenang Jateng Masuk Pelatnas

Written By Taufik on Rabu, 03 Oktober 2012 | 08.49

Kavita Chrisna dijagokan Jateng menjadi pilar Indonesia di kanca SEA Games Myanmar 2013. (harsem/dok)
Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengusulkan 29 perenangnya masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada SEA Games 2013 Myanmar.

Pelatih Kepala PB PRSI Hartadi Nurjojo di Semarang kemarin mengatakan, pengajuan tersebut bukan hanya mendasarkan hasil prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.

Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jateng tersebut, juga mendasarkan hasil prestasi pada beberapa kejuaraan seperti SEA Games 2011, Singapura National Swimming Championship 2012, Piala Gubernur 2012, kejuaraan renang Asia (AASF) 2011, dan Invitasi renang nasional 2012.

Ke-29 perenang tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu perenang yang masuk kelompk elit yaitu Triadi Fauzi, Raina Saumi, Glenn Victor, dan Monaliza (Jabar), I Gede Siman Sudartawa (Riau), dan Indra Gunawan (Sumut).

Kemudian kelompok perenang utama yaitu Enny Susilowati (Jatim), Patrisia Yosita (Sumbar), Ricky Anggawijaya (Jabar), Margaretha Kreta (Jateng), Kavita Chrisna (Jateng), Ressa Kania Dewi (Jabar), M Akbar Nasution (Sumsel), dan Yessy Yosaputra (Jabar).

Yang terakhir adalah perenang yang masuk kelompok muda yaitu Iffy Nadya (Jatim), Alexis Wijaya Ohmar (DKI), Guntur Pratama Putra (DKI), Christopher Tedjobuwono (Jatim), Putra M Randa (DKI), Kathriana Mella (DKI), Sagita Putri (Jateng).

Kemudian Ramzy Widodo (DKI), Nicko Biondi (DKI), Muh. Hamgari (Sulsel), Nurul Fajar Fitriyati (Jatim), Samuel Preston White (Bali), Kenny Lisan Putra (Jabar), dan Olivia Fernandez (Jatim).

Ia menambahkan, perenang yang masuk kelompok elit diperkirakan bisa meraih medali emas pada SEA Games 2013, seperti Triadi Fauzi untuk 50 meter gaya bebas (catatan waktu terbaiknya 00:23.17), Raina Saumi untuk 800 meter gaya bebas (08.55.83).

Kemudian Glenn Victor untuk 100 meter kupu (00.53.17), Monalis untuk 200 meter gaya kupu (02,14.39), Gede Siman Sudartawa Untuk 100 dan 200 meter gaya punggung (00.55.32 dan 02.02.44).

Kemudian untuk nomor estafet 4X100 meter terdiri dari I Gede Siman Sudartawa (punggung), Indra Gunawan (Sumut/gaya dada), Glenn Victor (gaya kupu), dan Triadi Fauzi (gaya bebas).

Pada SEA Games 2011, tim renang Indonesia berhasil meraih enam medali emas, empat di antaranya disumbangkan perenang Riau I Gede Siman Sudartawa. (rif)

Batu Sandungan Chris John

Inilah Chonlatarn Piriyapinyo yang bakal menjajal keperkasaan Chirs John.
Bukan petinju Inggris, melainkan petarung Thailand lah yang bakal menantang Chris John. Dan Chris sepertinya akan bertemu lawan sangat berat.

Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, bakal menghadapi petinju Thailand, Chonlatarn Piriyapinyo, pada pertarungan perebutan gelar di Singapura, 9 November 2012. Ini bakal jadi ujian, karena calon lawannya tersebut belum terkalahkan.

Meskipun demikian, Asisten Manajer Herry’s Gym Toni Priatna mengatakan bahwa rekor petinju Thailand itu bukan jaminan. Pasalnya, dari 44 pertarungannya, dia melawan petinju yang terbilang mudah.

"Mungkin dia (Chonlatarn Piriyapinyo) belum pernah bertarung melawan petinju dunia," ujar Toni, kemarin.

Chonlatarn memiliki rekor bertarung 44 kali menang (27 di antaranya dengan KO), sedangkan Chris John memiliki rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.

Pertarungan terakhir yang dijalani Chonlatarn adalah saat menang dengan TKO di ronde keenam (dari 12 ronde yang direncanakan) atas petinju Filipina Richard Olisa di Thailand, 1 Juni 2012. Sementara itu pertarungan terakhir yang dijalani Chris adalah saat menang dengan angka telak (118-109, 117-110, 118-109) atas petinju Jepang Shoji Kimora di Singapura, 5 Mei 2012.

Dari Jakarta ke Singapura
Ketika ditanya soal persiapan Chris John menghadapi petinju Thailand tersebut, dia mengatakan, mulai sekarang ini yang bersangkutan pindah latihan dari Australia ke Jakarta.

"Hari ini (kemarin, red) Chris John sudah mulai berlatih di Jakarta di bawah asuhan pelatih Craig Christian. Latihan di Jakarta ini berlangsung sebulan kemudian langsung bertolak ke Singapura," katanya.

Menurut dia, ini berbeda dengan pertarungan-pertarungan sebelumnya. "Kalau dulu berlatih di Australia kemudian sisa beberapa hari latihan di Jakarta langsung ke negara tujuan, tetapi sekarang ini dari Jakarta langsung ke Singapura," katanya.

Memang, lanjut Toni, sebelumnya Chris John juga latihan ke Australia kemudian pulang ke Indonesia dan langsung melanjutkan latihan di Jakarta.

Pertarungan melawan Chonlatarn merupakan upaya ke-17 bagi "The Dragon" untuk mempertahankan gelarnya, sejak dia merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003. (RIF)
 

Maria Sharapova Dilarang Melenguh, “Tak Ada yang Menyuruh Saya, Itu Kebiasaan Saja”


Anda mengidolai Maria Sharapova? Kalau iya, bersiaplah tak lagi mendengar lenguhannya tatkala ia memukul bola.

Women Tenis Association (WTA) berencana akan melarang petenis untuk mengeluarkan lenguhan yang melewati batas normal. Pemain yang sering melenguh salah satunya adalah Maria Sharapova.

Ada laporan yang menyebutkan bahwa lenguhan Sharapova mencapai 101 desibel atau setara dengan gergaji mesin dan kereta yang sedang melaju. Lenguhan ini sempat dikeluhkan penonton, stasiun televisi, dan beberapa petenis lainnya.

WTA akan menggodok rencana untuk menurunkan volume lenguhan yang dinilai sangat mengganggu tersebut. Meski dikenal sebagai petenis yang kerap melenguh, Sharapova tidak keberatan dengan wacana tersebut.

"Secara garis besar, keputusan yang tepat sudah diambil oleh tur. Saya mulai melenguh sejak saya tidak bisa mengingatnya lagi. Saya melihat video saya sendiri dan sudah melenguh cukup lama. Tidak ada yang menyuruh saya melakukan itu di Rusia atau Florida. Itu hanya masalah kebiasaan," ujar Sharapova, seperti dilansir Reuters.

Lenguhan menjadi pusat perhatian lagi tahun ini di dua Grand Slam yang mempertemukan Sharapova dengan Victoria Azarenka.

"Informasi ini harus disampaikan kepada pelatih saat melatih petenis muda dan mengajarkan mereka teknik bernafas yang benar. Saat Anda melakukan sesuatu sejak kecil, itu akan menjadi sebuah kebiasaan, entah itu melenguh atau hal lainnya," mantan tunangan Sasha Vujacic itu menutup. (rif)

Silat Korban Politik Uang

Written By Taufik on Selasa, 02 Oktober 2012 | 09.33

KECEWA: Pesilat Jateng Bagaskoro Sulistyo (kiri) bertanding melawan Herihono (Jatim) di final kelas I putra PON XVIII belum lama ini. Jateng kecewa dengan keputusan wasit yang memenangkan Herihono dengan skor 3-1. (HARSEM/JBSM/Nurul Muttaqin)





MELOLOSKAN enam pesilat di final nomor tanding PON 2012, Jateng tak meraih satupun medai emas. Mereka harus puas dengan tujuh perak, empat perunggu. Pelatih dan atlet akan berkumpul untuk melakukan introspeksi.

Pelatih Indro Catur Haryono mengatakan, hasil ini menghentikan tradisi emas silat yang selalu diraih setiap PON digelar. Menurutnya, salah satu faktor kegagalan adalah adanya dugaan permainan politik uang di antara juri yang bertugas di partai final yang digelar di Sport Center Bangkinang, Kampar, 18 September, tersebut.

Kubu Jateng emosi ketika dua pesilatnya, Slamet Riyadi (kelas E putra) kalah telak 0-5 dari Afriansyah (Sumut) dan Rahmat Fitroh (kelas F putra) ditumbangkan Almad Siregar (Riau) juga dengan skor 0-5. Jateng menganggap kekalahan keduanya dicurangi juri. Namun emosi itu bisa ditahan.

Kemarahan kubu Jateng memuncak, ketika pertandingan Bagaskoro Sulistyo W melawan Herihono (Jatim) di final kelas I putra. Beberapa kali Herihono mengalami pelanggaran, melakukan pukulan dan tendangan di daerah terlarang. Yang membuat Jateng lebih jengkel adalah ada salah satu juri yaitu juri 5 yang memberi poin pada detik terakhir pertandingan, yang menguntungkan kubu Jatim. Wasit tersebut menambah satu poin, yang membuat skor 3-1 untuk Herihono.

Setelah final usai, kata Indro Catur, dirinya memperoleh SMS dari seorang kawan tentang dugaan politik uang. Transaksinya di sebuah warung bakso.

''Begitu ada informasi penting ini, saya lacak ke warung bakso tersebut. Benar, penjual warungnya menyaksikan sendiri ada pemberian tiga gepok uang kepada seseorang. Kami juga membawa ID Card yang tertinggal, yang ternyata milik salah satu pimpinan dewan juri,'' kata Indro.

Ketika pihaknya menemukan ID Card dan melaporkan dugaan politik uang ke PB PON, kata Indro, memang hal itu membuat geger. Para wasit dan juri saling curiga. Ketika PB PON mengklarifikasi soal ID Card kepada ketua dewan juri yang dicurigai, yang bersangkutan mengatakan memang punya dua ID Card, yang satunya dipinjam kawannya.

''Aneh, juri kok punya dua ID Card. Anehnya, sebelum melaksanakan tugas dirinya didatangi sejumlah ofisial dari provinsi yang atletnya maju di final. Ini kan aneh juga. Sampai wasit yang bertugas di final saja, kontingen sudah tahu. Yang, jelas kami akan laporkan prestasi ini kepada KONI Jateng, termasuk kronologi peristiwa yang ada di balik kekalahan Jateng,'' kata mantan pelatih timnas SEA Games 2007 dan Asian Beach Games 2008 itu.

Selain karena dugaan politik uang, Indro mengakui, gagalnya silat Jateng juga tak lepas dari turunnya mental pesilat. ''Mental pesilat sempat down karena tekanan suporter yang menyesaki Sport Center. Kami miskin suporter, sementara provinsi lain suporternya begitu banyak. Anak-anak sempat terpengaruh di final, meskipun sejak penyisihan hingga semi final memperlihatkan kualitas yang bagus,'' kata Indro.

Menurut dia, faktor mental bisa jadi karena pesilatnya masih minim uji coba. Minim latih tanding karena terganjal faktor dana. Jika ingin sukses, pembinaan sudah mengacu program oriented, bukan budget oriented. (Nurul Muttaqin-JBSM/11)

SEAKF 2012, Indonesia Juara Umum

(HARSEM/VIVANEWS)
BANGKOK- Indonesia juara umum Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2012 di Kasetsart University, Bangkok, Thailand. Sementara posisi kedua diisi Malaysia yang menorehkan 9 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Sedangkan tuan rumah Thailand berada di posisi ketiga dengan  5 medali emas, 7 perak, dan 11 perunggu.

Indonesia menambah dua medali emas pada pertandingan hari hari Minggu, 30 Septemner 2012.  Alhasil, Merah Putih mengoleksi 9 medali emas, 8 perak, dan 12 perunggu.

Dua emas terakhir Indonesia berasal dari nomor kata perseorangan junior putri  dan junior kata beregu putri. Emas nomor kata putri diraih Mastura Nawar Kautsar yang mengalahkan karateka Vietnam Pham Thu Ha dengan skor 3-1 di partai puncak. Sedangkan nomor kata beregu kadet junior campuran menyabet medali emas setelah menundukkan tim kata beregu kadet junior tuan rumah dengan skor 2-1.

Mastura Nawar Kautsar mengatakan, lawan terberatnya di nomor kata perseorangan adalah karateka Vietnam. Makanya, begitu bertemu karateka Vietnam di final, Mawar-panggilan akrabnya- tampil lebih fokus dan tidak terburu-buru.

“Saya tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Sebab, lawan bisa tampil lebih bagus. Alhamdulillah, saya rileks tanpa tekanan, sehingga mampu mempersembahkan medali emas,” kata Mawar.

Tim kata beregu putri Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan tim karateka tuan rumah. Uniknya, karateka tuan rumah beranggotakan laki-laki. Tim kata beregu campuran Indonesia diperkuat Nawar, Vina Aprilia, dan I Made  Sari  tampil solid.

Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji mengaku belum puas dengan hasil yang dicapai tim karate Indonesia meski target  lima medali emas yang dicanangkan sudah terlampaui.

“Akan ada evaluasi untuk tim agar persiapan menjelang SEA Games 2013 Myanmar benar-benar matang,” ujar Hendardji.

Ia menambahkan penampilan karateka yang berhasil meraih emas seperti Stanley Soegianto (kata  perseorangan putra), Nawar (kata perseorangan putri), dan Vina Aprilia sangat luar biasa. Mereka akan dimatangkan sebagai bagian dari proses regenerasi. Sedangkan karateka senior, peformanya di luar harapan. (Viva/11)

KPTMI Bakal Pidanakan Tahir

Written By Taufik on Senin, 01 Oktober 2012 | 09.19

Salah seorang anggota Pengprov PTMSI Jatim (kanan) yang melakukan WO menyalami Ketum PP PTMSI Dato Sri Dr Tahir Munas PP PTMSI di Solo, pekan lalu. Sekitar delapan pengprov melakukan WO karena tidak setuju dengan Munas yang dianggap melanggar AD/ART. (HARSEM/JBSM/Gading Persada)




SOLO- Polemik di tubuh PP Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (KPTMI) makin meruncing. Meski proses gugatan terhadap hasil Munas PP PTMSI di Kota Solo sudah diajukan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI) berancang-ancang untuk memidanakan Dato Sri Dr Tahir selaku Ketua Umum terpilih di Munas tersebut.
 
“Kami memang masih menunggu keputusan dari BAORI tentang gugatan yang kami ajukan. Tapi kami pun siap menempuh jalur hukum lewat pidana,” jelas Sekjen KPTMI Peter Layardi , Minggu (30/9).
 
Langkah hukum pidana, ujar Peter, bakal diambil KPTMI jika Tahir yang terpilih ketiga kalinya dalam Munas (25/9) lalu tidak melaksanakan putusan BAORI.” Peter optimistis BAORI bakal mengabulkan gugatan KPTMI yang meminta Munas tersebut dibatalkan karena tidak sesuai dengan AD/ART PTMSI. Menurutnya, KPTMI sudah melakukan langkah hukum menyikapi Munas ilegal yang mendapat pengamanan ketat pihak kepolisian tersebut. Munas itu melanggar perintah BAORI, di mana dalam putusan BAORI, Munas dilaksanakan sesuai AD/ART 2008, yakni agenda tunggal pemilihan Ketua Umum.
 
“Nyatanya juga mengubah AD/ART sehingga Tahir bisa terpilih kembali sebagai ketua umum,” jelas dia. Tapi merujuk keputusan serupa sudah pernah dikeluarkan BAORI yang akhirnya memaksa Tahir menggelar Munas, ternyata tetap tidak dipatuhi pemilik Bank Mayapada itu, langkah hukum dinilai KPTMI pilihan yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang sudah berkepanjangan itu.
 
“Munas yang lalu ilegal. Kalau tidak mau melaksanakan keputusan BAORI, artinya melawan putusan pengadilan, itu sudah masuk ranah pidana. Biar aparat hukum yang bekerja. KPTMI menyerahkan seluruhnya ke proses hukum,” tegas Peter.
 
Sementara itu Ketua Pengprov PTMSI Jateng, M Farchan sudah menduga bahwa KPTMI akan kembali mengajukan gugatan. Tapi dia tetap yakin, PP PTMSI periode 2012-2016 dengan Dato Sri Dr Tahir sebagai nahkodanya tetap akan terus berjalan.
 
“Silakan gugatan dilakukan, yang jelas semua mekanisme normatif saat menggelar munas sudah kami lakukan. Bahkan peninjau dari KONI pun saat itu juga menghadiri munas,” tandas Farchan.
 
Pengprov Jateng selama ini memang dikenal sebagai lokomotif pengprov pendukung Tahir di PTMSI. “Sampai hari ini kami tidak mengenal KPTMI karena di AD/ART PTMSI tidak ada hal tersebut,” tambah dia. (K15/11)

Siapkan Regenarasi, Taekwondo Gelar Seleksi

Written By Taufik on Jumat, 28 September 2012 | 09.10

(harsem/dok)
Merasa gagal di PON XVIII Riau, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng melakukan langkah cepat guna target memperbaiki prestasi di tahun-tahun ke depan. Salah satu yang disoroti adalah regenerasi dan minimnya atlet di kelas berat.

Maka untuk itu, guna menyiapkan regenerasi atlet taekwondo potensial, Pengprov TI Jateng akan menggelar seleksi atlet pelatda. Rencananya, seleksi akan diikuti oleh seluruh atlet di Jateng.

Tak hanya itu, TI Jateng juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang akan mengikuti seleksi. Sekretaris TI Jateng Yohanes Gito Andoko menuturkan, Pengkot/Pengkab TI di daerah diminta untuk segera mendaftarkan atlet terbaiknya guna mengikuti seleksi yang rencananya akan dilaksanakan di Dojang Jatidiri Semarang, Oktober mendatang.

"Seleksi ini dimaksudkan untuk menyiapkan atlet Jateng menghadapi kejuaraan daerah, nasional maupun internasional. Pendaftaran peserta seleksi akan ditutup tanggal 1 Oktober. Sehingga kami harapkan kepada seluruh pengurus TI di daerah untuk segera mendaftarkan atlet potensialnya. Pelatda sendiri akan kami siapkan sejak saat ini," tegas dia.

Atlet yang boleh mengikuti seleksi, khusus remaja di usia kelahiran 1996 hingga 1999. Tinggi badan putra minimal 168 cm, putri 165 cm. Dan berat badan harus seimbang.

Diakui, potensi atlet taekwondo di Jawa Tengah memang cukup besar. Hanya saja TI Jateng sedikit kesulitan mencari atlet terbaik di kelas-kelas berat, seperti 75 kg ke atas. Maka untuk itu, regenerasi akan difokuskan mencari bibit atlet di kelas berat. Hal ini mengacu pada hasil PON XVIII Riau, karena medali banyak didapat dari kelas ringan.

"Kami memang tak puas dengan hasil di PON Riau. Tapi ketidakpuasan itu harus direalisasikan dalam kinerja dan upaya. Maka kami menyiapkan atlet masa depan, sesuai dengan kebutuhan ideal. Untuk atlet kelas 70 kg ke bawah, potensi atlet di Jateng memang besar. Tapi di kelas 75 kg ke atas, regenerasi harus disiapkan dengan matang untuk menghadapi perkembangan taekwondo internasional," tegasnya. (H85-JBSM/13)

Kodrat Enggan Kehilangan Cepi-Madi

(harsem/dok)
Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jateng segera melakukan program jangka panjang. Maklum saja, tarung derajat menjadi juara umum di PON XVIII Riau dan langkah-langkah antisipasi lekas-lekas digelar.

Ketua Harian Kodrat Jateng PI Soegiharto mengatakan, yang paling utama untuk dipecahkan adalah masalah pelatih. Kedua pelatih Jateng, Madi Sudrajat dan Cepi Suhendi, berperan sangat besar membesut petarung-petarung Jateng berprestasi di PON.

''Pengprov akan berupaya agar mereka bertahan di Jateng. Salah satu caranya adalah memberi pekerjaan di Semarang,'' ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara ini, kemarin. Seogiharto berharap, kedua pelatih ini mendapat perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah.

Manurut Soegiharto, jika seorang pelatih sukses mengantar anak asuhnya pasti ada daerah berusaha mengincar jasa mereka. Untuk itu, Kodrat Jateng berusaha membentengi kedua pelatih andal tersebut.

''Usaha ini diperlukan cawe-cawe pemerintah. Salah satunya dengan memberi kesempatan mereka berkarier di pemerintahan,'' ujar dia.

Melatih di Negara Lain
Soegiharto berpendapat, baik Cepi dan Madi mempunyai potensi kepelatihan yang andal meski belum lama terjun sebagai pelatih. Jika tidak ingin kehilangan mereka harus dipikirkan bersama langkah untuk mempertahankan.

''Memang Madi saat ini masih menempuh kuliah di Untag. Jika sudah selesai bisa saja lepas dari Jateng,'' ungkapnya.

Menurut dia, mendapatkan pelatih andal tidaklah mudah. Bukan berarti mengecilkan pelatih lain yang ada di Jateng. ''Kodrat berbicara ini karena ada dasarnya, bisa dilihat dari hasil di Riau kemarin,'' tutur Soegiharto.

Selain pelatih, pihaknya juga akan membuat jangka panjang dengan membentuk atlet lini dua melalui kejuaraan daerah dan Porprov 2013 mendatang.  ''Atlet PON lalu sementara kami kembalikan ke daerah masing-masing. Perkembangannya selalu kami pantau melalui pengurus di daerah daerah,'' jelasnya.

Sementara itu, saat dihubungi Harsem dari Semarang, tadi malam, Cepi menuturkan bahwa dirinya sedang diwacanakan untuk melatih di negara lain atas instruksi PB Kodrat, guna menghadapi SEA Games Myanmar 2013.

“Soal negara mana saya belum tahu. Tapi memang ada wacana semacam itu. Jadi, saya juga belum tahu mulai kapan melatih, dan di negara mana,” tutur Cepi, mantan petarung kelahiran Bandung, 4 Maret 1983 ini.

Tarung derajat memang tengah menggembangkan cabang ini ke seluruh penjuru dunia. Dan Myanmar adalah negara pertama yang menjadi ajang pertarungan tarung derajat di level SEA Games. (rif)

PON Bakal Digelar di Dua Daerah

Written By Taufik on Kamis, 27 September 2012 | 09.17

(harsem/dok)
PON Riau terbilang relatif sukses, meski muncul beragam persoalan di sana-sini, menyangkut kesiapan venues atau bidang perwasitan.

Namun masih ada pekerjaan rumah bagi Menegpora Andi Malarangeng untuk bisa membuat event olahraga nasional ini lebih menarik.

Sebanyak 39 Cabang olahraga diperebutkan oleh 33 provinsi di Indonesia. Rekor-rekor pun tercipta, baik nasional, maupun Asia. Selain itu banyak pemain muda yang bisa mempermalukan para seniornya dalam memperebutkan mendali emas.

Namun ada yang mengganjal dalam diri menegpora, salah satunya masih terbilang banyak cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebetulnya 39 cabang yang digelar di Riau merupakan penciutan dari 43 cabang olahraga di PON sebelumnya di Samarinda.

"Kami sedang berencana untuk melakukan penciutan cabang-cabang. Kemungkinanhanya cabang-cabang yang dipertandingkan di Asian Games, SEA Games, dan PON," ucap Andi Malarangeng, saat menyerahkan bonus ke atlet Paralympic, di kantor Menegpora, Jakarta, Senin lalu.

Selain melakukan penciutan, Andi juga bakal melakukan inovasi lainnya dengan menggelar PON di dua provinsi yang berbeda. Tujuannya untuk mengurangi beban tuan rumah.

"Kami juga akan mengurangi beban daerah si tuan rumah agar mereka tidak terlalu berat menggelarnya. Kememungkinkan akan ada dua provinsi yang menjadi tuan rumah bersama. Selain itu, ada persoalan lagi mengenai batasan umur dan kami akan melakukan perubahan-perubahan tersebut," tutup Andi.

Kalau itu benar dilakukan, maka PON meniru jejak Piala Dunia dan Piala Eropa di cabang sepakbola yang telah membelah penyelenggaraan di dua negara. (rif)


Chris-Daud November Tarung

Written By Taufik on Rabu, 26 September 2012 | 09.08

(harsem/dok)
Pemegang gelar Super Champion kelas bulu Chris John dan juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan dijadwalkan bakal mempertahankan gelarnya di Singapura, 9 November 2012.

Project Manager dari Mahkota Promotion Wahju Prasetyo ketika dihubungi dari Semarang, kemarin mengatakan mereka sudah dipastikan akan mempertahankan gelarnya di Singapura, 9 November mendatang. Tetapi, kata dia, kalau soal lawan bagi kedua petinju tersebut sampai kini masih menunggu dari penata tanding.

"Kita masih menunggu lawan untuk mereka karena sampai kini juga belum diputuskan," katanya.

Pertarungan di Singapura memang bukan hal baru bagi kedua petinju tersebut karena sebelumnya mereka juga bertarung di negara tersebut, 5 Mei 2012. Pada pertarungan di Marina Bay Sand Singapura, Chris John berhasil mengalahkan petinju Jepang Shoji Kimora dengan angka mutlak.

Sementara itu Daud Yordan berhasil meraih gelar juara dunia kelas bulu IBO setelah menang dengan KO di ronde kedua atas petinju Filipina, Lorenzo Villanueva.

"Bagi Yordan, pertarungan di Singapura 9 November mendatang merupakan pertama kalinya untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu IBO," katanya.

Ke-17 bagi Chris John
Kemudian pertarungan di Singapura mendatang bagi Chris John merupakan pertarungan ke-17 dalam rangka mempertahankan gelarnya sejak merebutnya melalui pertarungan ad-interim melawan petinju Kolombia Oscar Leon di Bali, 29 September 2003.

Petinju dengan julukan The Dragon tersebut sudah hampir sembilan tahun memegang gelar juara dunia dan sekarang ini memiliki rekor bertarung 47 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri.

Sementara itu Daud Yordan yang dihubungi secara terpisah mengatakan, dirinya sudah diberitahu kalau akan naik ring pada 9 November mendatang di Singapura.

Tetapi, kata petinju dari Sasana Kayong Utara tersebut, dirinya belum tahu persis petinju yang akan menjadi lawannya pada pertarungan mendatang.

"Yang saya tahu kemungkinan besar adalah petinju asal Inggris, tetapi namanya saya belum tahu persis. Nanti kalau sudah tahu, pasti saya beri kabar Mas," kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah. (rif)

Daud Ditantang Petinju Inggris

Daud Yordan (harsem/dok)
Juara dunia kelas bulu IBO Daud Yordan mulai menjalani latihan khusus guna menghadapi pertarungan di Singapura, 9 November. "Setelah mendapat kabar bahwa pertarungan digelar November, saya langsung menjalani latihan khusus," kata Daud, kemarin.

Menurut petinju yang 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah ini, sebelum ada kejelasan pertarungan ia hanya menjalani latihan umum saja. Tetapi, kata petinju Sasana Kayong Utara tersebut, setelah ada informasi, ia sontak menjalani latihan khusus.

Siapa lawannya di Singapura? "Saya belum tahu persis namanya tetapi kemungkinan besar dari Inggris," kata petarung dengan julukan “Cino” ini.

Daud – dilatih sendiri oleh kakaknya, Damianus Yordan – merebut gelar juara dunia kelas bulu IBO saat menang dengan KO pada ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Marina Bay Sands Singapura, 5 Mei 2012.

Pertarungan Daud selalu satu paket dengan pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John karena mereka di bawah satu promoter, Mahkota Promotion pimpinan Raja Sapta Oktohari.

Saat Chris melawan petinju Ukraina Stanyslav Merdov di Australia, 30 November 2011, Daud Yordan melawan petinju Amerika Serikat Frankie Archuleta. Kemudian ketika Chris mempertahankan gelar melawan petinju Jepang Shoji Kimora di Singapura, 5 Mei 2012, Daud melawan Lorenzo Villanueva (Filipina).

Chris-Daud bahkan pernah berhadapan pada pertarungan perebutan gelar di Jakarata, 17 April 2011. Saat itu Daud kalah 112-116, 112-116, dan 111-117. (rif)

Master Biliar Dunia

Written By putra on Senin, 24 September 2012 | 08.52



                                                                                  HARSEM/JBSM

Master Biliar Dunia
-Tampil di Yogya

YOGYAKARTA - Sejumlah master biliar dari berbagai negara bakal adu prestasi pada Kejuaraan Biliar Internasional bertajuk 'Jogja Memang Istimewa 2 dan Ladies Tournamen', yang akan digelar di Yogyakarta.

Kejuaraan biliar internasional berhadiah uang total Rp 239,5 juta dan memperebutkan Trofi Raja Keraton Yogyakarta tersebut, dilaksanakan di New Hanggar, Jalan Sultan Agung, Yogyakarta, 27 September - 7 Oktiber 2012 mendatang.

''Kejuaraan ini akan diselenggarakan di New Hanggar Billiard Pool
Yogyakarta, Puro Pakualaman, kata Anna Widyatanti, Pemilik New Hanggar Billiard Pool, kemarin.

Lebih lanjut Anna mengatakan, kejuaraan biliar ini boleh dibilang cukup istimewa. Karena selain memperebutkan hadiah uang yang cukup besar,  juga menjadi ajang uji kemampuan para pebiliar wanita di luar even Kartini-an.

''Maaf  kalau boleh bilang hadiahnya memang yang terbesar dibanding kejuaraan lain di Indonesa, ujarnya. Menurut dia, sejumlah pebiliar kelas dunia dari berbagai negara sudah menyatakan keikutsertaannya dalam kejuaraan ini.

Para pebiliar yang sudah memastikan diri akan tampi dalam kejuaraan ini, antara lain Roberto Gomes dan Jeffry Deluna (keduanya asal Filipina), Ibrahim Ammir (Malaysia), Patrick Ooi (Malaysia) serta sejumlah pebiliar nasional seperti Siauw Wieto, Ricky Yang dan Irsal. Sedang Ketua Panitia Aswin Adji Praditya mengatakan, turnamen akan menggunakan peraturan bola sembilan dengan sistem gugur. 
(sgt-JBSM/11)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Sport - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger