Latest Post
Tampilkan postingan dengan label sea games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sea games. Tampilkan semua postingan
08.59
Renang Incar Tujuh Medali Emas
Written By Taufik on Jumat, 05 Oktober 2012 | 08.59
![]() |
| Triadi Fauzi |
Tim renang Indonesia mengincar tujuh medali emas pada SEA Games 2013 Myanmar. Pelatih Kepala Pelatnas PB PRSI Hartadi Nurjojo di Semarang, Kamis, mengatakan, target itu berdasarkan prestasi yang diraih perenang Indonesia dalam berbagai kejuaraan renang internasional, termasuk hasil SEA Games 2011.
Ia mengharapkan, tujuh medali emas tersebut dari nomor 50 meter gaya bebas putra atas nama Triadi Fauzi yang memiliki catatan waktu 23,17 detik, sementara itu peraih emas SEA Games 2011 Quek Xin Hui Arren (Singapura) catatan waktunya 23,28 detik.
Selain itu, nomor 800 meter gaya bebas putri atas nama Raina Saumi dengan catatan waktu terbaiknya 08.55.83, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Khoo Chai Lin dengan catatan waktu 08.50.17.
Pada nomor 100 meter gaya punggung, Indonesia juga berpeluang meraih emas atas nama I Gede Siman Sudartawa dengan catatan waktu 00.55.32 sedangkan saat meraih emas SEA Games 2011 catatan waktu Siman adalah 00.55.59.
Perenang Riau (Siman Sudartawa) juga berpeluang meraih emas pada nomor 200 meter gaya punggung seperti yang diraih pada SEA Games 2011.
Selain itu, perenang berasal dari Jawa Barat Glenn Victor juga berpeluang meraih emas dari nomor 100 meter gaya kupu dengan catatan waktu 00.53.17, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 yaitu Hoang Quy Phuoc (Vietnam) dengan catatan waktu 00.53.07.
Selain itu, perenang putri berasal dari Jawa Barat, Monaliza Arieswati di nomor 200 meter gaya kupu dengan catatan waktu terbaik 02.14.39, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Tao Li (Singapura) catatan waktunya 02.14.27.
Pada nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan materi perenang I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glenn Victor, Triadi Fauzi, atau Nocko Biondi, Indonesia juga memiliki peluang meraih medali emas.
Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, tahap saat ini adalah induk organisasi olahraga renang di Tanah Air ini sedang mengusulkan 29 perenangnya bisa masuk pelatnas yang dipersiapkan pada SEA Games mendatang.
"Kita sudah mengajukan itu kepada Satlak Program Indonesia Emas (Prima) dan kini kami masih menunggu Surat Keputusan untuk pelatnas," katanya. (rif)
Ia mengharapkan, tujuh medali emas tersebut dari nomor 50 meter gaya bebas putra atas nama Triadi Fauzi yang memiliki catatan waktu 23,17 detik, sementara itu peraih emas SEA Games 2011 Quek Xin Hui Arren (Singapura) catatan waktunya 23,28 detik.
Selain itu, nomor 800 meter gaya bebas putri atas nama Raina Saumi dengan catatan waktu terbaiknya 08.55.83, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Khoo Chai Lin dengan catatan waktu 08.50.17.
Pada nomor 100 meter gaya punggung, Indonesia juga berpeluang meraih emas atas nama I Gede Siman Sudartawa dengan catatan waktu 00.55.32 sedangkan saat meraih emas SEA Games 2011 catatan waktu Siman adalah 00.55.59.
Perenang Riau (Siman Sudartawa) juga berpeluang meraih emas pada nomor 200 meter gaya punggung seperti yang diraih pada SEA Games 2011.
Selain itu, perenang berasal dari Jawa Barat Glenn Victor juga berpeluang meraih emas dari nomor 100 meter gaya kupu dengan catatan waktu 00.53.17, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 yaitu Hoang Quy Phuoc (Vietnam) dengan catatan waktu 00.53.07.
Selain itu, perenang putri berasal dari Jawa Barat, Monaliza Arieswati di nomor 200 meter gaya kupu dengan catatan waktu terbaik 02.14.39, sedangkan peraih emas SEA Games 2011 Tao Li (Singapura) catatan waktunya 02.14.27.
Pada nomor 4X100 meter gaya ganti estafet putra dengan materi perenang I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glenn Victor, Triadi Fauzi, atau Nocko Biondi, Indonesia juga memiliki peluang meraih medali emas.
Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, tahap saat ini adalah induk organisasi olahraga renang di Tanah Air ini sedang mengusulkan 29 perenangnya bisa masuk pelatnas yang dipersiapkan pada SEA Games mendatang.
"Kita sudah mengajukan itu kepada Satlak Program Indonesia Emas (Prima) dan kini kami masih menunggu Surat Keputusan untuk pelatnas," katanya. (rif)
08.49
Tiga Perenang Jateng Masuk Pelatnas
Written By Taufik on Rabu, 03 Oktober 2012 | 08.49
![]() |
| Kavita Chrisna dijagokan Jateng menjadi pilar Indonesia di kanca SEA Games Myanmar 2013. (harsem/dok) |
Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengusulkan 29 perenangnya masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada SEA Games 2013 Myanmar.
Pelatih Kepala PB PRSI Hartadi Nurjojo di Semarang kemarin mengatakan, pengajuan tersebut bukan hanya mendasarkan hasil prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.
Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jateng tersebut, juga mendasarkan hasil prestasi pada beberapa kejuaraan seperti SEA Games 2011, Singapura National Swimming Championship 2012, Piala Gubernur 2012, kejuaraan renang Asia (AASF) 2011, dan Invitasi renang nasional 2012.
Ke-29 perenang tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu perenang yang masuk kelompk elit yaitu Triadi Fauzi, Raina Saumi, Glenn Victor, dan Monaliza (Jabar), I Gede Siman Sudartawa (Riau), dan Indra Gunawan (Sumut).
Kemudian kelompok perenang utama yaitu Enny Susilowati (Jatim), Patrisia Yosita (Sumbar), Ricky Anggawijaya (Jabar), Margaretha Kreta (Jateng), Kavita Chrisna (Jateng), Ressa Kania Dewi (Jabar), M Akbar Nasution (Sumsel), dan Yessy Yosaputra (Jabar).
Yang terakhir adalah perenang yang masuk kelompok muda yaitu Iffy Nadya (Jatim), Alexis Wijaya Ohmar (DKI), Guntur Pratama Putra (DKI), Christopher Tedjobuwono (Jatim), Putra M Randa (DKI), Kathriana Mella (DKI), Sagita Putri (Jateng).
Kemudian Ramzy Widodo (DKI), Nicko Biondi (DKI), Muh. Hamgari (Sulsel), Nurul Fajar Fitriyati (Jatim), Samuel Preston White (Bali), Kenny Lisan Putra (Jabar), dan Olivia Fernandez (Jatim).
Ia menambahkan, perenang yang masuk kelompok elit diperkirakan bisa meraih medali emas pada SEA Games 2013, seperti Triadi Fauzi untuk 50 meter gaya bebas (catatan waktu terbaiknya 00:23.17), Raina Saumi untuk 800 meter gaya bebas (08.55.83).
Kemudian Glenn Victor untuk 100 meter kupu (00.53.17), Monalis untuk 200 meter gaya kupu (02,14.39), Gede Siman Sudartawa Untuk 100 dan 200 meter gaya punggung (00.55.32 dan 02.02.44).
Kemudian untuk nomor estafet 4X100 meter terdiri dari I Gede Siman Sudartawa (punggung), Indra Gunawan (Sumut/gaya dada), Glenn Victor (gaya kupu), dan Triadi Fauzi (gaya bebas).
Pada SEA Games 2011, tim renang Indonesia berhasil meraih enam medali emas, empat di antaranya disumbangkan perenang Riau I Gede Siman Sudartawa. (rif)
Pelatih Kepala PB PRSI Hartadi Nurjojo di Semarang kemarin mengatakan, pengajuan tersebut bukan hanya mendasarkan hasil prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.
Tetapi, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jateng tersebut, juga mendasarkan hasil prestasi pada beberapa kejuaraan seperti SEA Games 2011, Singapura National Swimming Championship 2012, Piala Gubernur 2012, kejuaraan renang Asia (AASF) 2011, dan Invitasi renang nasional 2012.
Ke-29 perenang tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu perenang yang masuk kelompk elit yaitu Triadi Fauzi, Raina Saumi, Glenn Victor, dan Monaliza (Jabar), I Gede Siman Sudartawa (Riau), dan Indra Gunawan (Sumut).
Kemudian kelompok perenang utama yaitu Enny Susilowati (Jatim), Patrisia Yosita (Sumbar), Ricky Anggawijaya (Jabar), Margaretha Kreta (Jateng), Kavita Chrisna (Jateng), Ressa Kania Dewi (Jabar), M Akbar Nasution (Sumsel), dan Yessy Yosaputra (Jabar).
Yang terakhir adalah perenang yang masuk kelompok muda yaitu Iffy Nadya (Jatim), Alexis Wijaya Ohmar (DKI), Guntur Pratama Putra (DKI), Christopher Tedjobuwono (Jatim), Putra M Randa (DKI), Kathriana Mella (DKI), Sagita Putri (Jateng).
Kemudian Ramzy Widodo (DKI), Nicko Biondi (DKI), Muh. Hamgari (Sulsel), Nurul Fajar Fitriyati (Jatim), Samuel Preston White (Bali), Kenny Lisan Putra (Jabar), dan Olivia Fernandez (Jatim).
Ia menambahkan, perenang yang masuk kelompok elit diperkirakan bisa meraih medali emas pada SEA Games 2013, seperti Triadi Fauzi untuk 50 meter gaya bebas (catatan waktu terbaiknya 00:23.17), Raina Saumi untuk 800 meter gaya bebas (08.55.83).
Kemudian Glenn Victor untuk 100 meter kupu (00.53.17), Monalis untuk 200 meter gaya kupu (02,14.39), Gede Siman Sudartawa Untuk 100 dan 200 meter gaya punggung (00.55.32 dan 02.02.44).
Kemudian untuk nomor estafet 4X100 meter terdiri dari I Gede Siman Sudartawa (punggung), Indra Gunawan (Sumut/gaya dada), Glenn Victor (gaya kupu), dan Triadi Fauzi (gaya bebas).
Pada SEA Games 2011, tim renang Indonesia berhasil meraih enam medali emas, empat di antaranya disumbangkan perenang Riau I Gede Siman Sudartawa. (rif)
09.25
Triyangingsih Konsentrasi ke SEA Games
Written By Taufik on Kamis, 27 September 2012 | 09.25
![]() |
| (harsem/dok) |
Pelari nasional Triyaningsih konsentrasi tampil pada SEA Games 2013 Myanmar usai menyabet dua medali emas di PON XVIII/2012 Riau. Ruwiyati, pelatih Triyaningsih mengatakan, usai PON ini Triyaningsih belum ada event yang harus diikuti sehingga konsentrasinya ke SEA Games 2013 dan Asian Games 2014 Korea Selatan.
Triyaningsih merupakan salah satu dari 72 atlet yang dijaring PB PASI untuk masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Myanmar mendatang.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, ia menyumbangkan tiga medali emas untuk kontingen Indonesia melalui lari 5.000 dan 10 ribu meter, serta lari maraton (42,195 kilometer).
Sebenarnya pada PON XVIII/2012 Riau ia direncanakan turun pada tiga nomor lari yaitu 5.000 dan 10 ribu meter, serta marathon, tetapi akhirnya nomor maraton diganti 1.500 meter karena yang bersangkutan baru saja turun di nomor yang sama di Olimpiade London.
Tetapi, pada temu teknik menjelang PON akhirnya Triyaningsih memutuskan turun di dua nomor, sedangkan lari 1.500 meter batal dan digantikan rekannya. Pada 10 ribu meter, ia memecahkan rekor PON atas namanya sendiri. Catatan waktu Triyaningsih adalah 34 menit 21,60 detik, sedangkan rekor PON adalah 34 menit 41,63 detik.
Sementara itu pada lari 5.000 meter, Triyaningsih juga mendapat medali emas tetapi gagal memecahkan rekor PON atas nama Supriati Sutono (Jabar). Catatan waktu Triyaningsih adalah 16 menit 40,29 detik, sedangkan rekor PON adalah 16 menit 36,41 detik. (rif)
Triyaningsih merupakan salah satu dari 72 atlet yang dijaring PB PASI untuk masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Myanmar mendatang.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, ia menyumbangkan tiga medali emas untuk kontingen Indonesia melalui lari 5.000 dan 10 ribu meter, serta lari maraton (42,195 kilometer).
Sebenarnya pada PON XVIII/2012 Riau ia direncanakan turun pada tiga nomor lari yaitu 5.000 dan 10 ribu meter, serta marathon, tetapi akhirnya nomor maraton diganti 1.500 meter karena yang bersangkutan baru saja turun di nomor yang sama di Olimpiade London.
Tetapi, pada temu teknik menjelang PON akhirnya Triyaningsih memutuskan turun di dua nomor, sedangkan lari 1.500 meter batal dan digantikan rekannya. Pada 10 ribu meter, ia memecahkan rekor PON atas namanya sendiri. Catatan waktu Triyaningsih adalah 34 menit 21,60 detik, sedangkan rekor PON adalah 34 menit 41,63 detik.
Sementara itu pada lari 5.000 meter, Triyaningsih juga mendapat medali emas tetapi gagal memecahkan rekor PON atas nama Supriati Sutono (Jabar). Catatan waktu Triyaningsih adalah 16 menit 40,29 detik, sedangkan rekor PON adalah 16 menit 36,41 detik. (rif)
09.02
Binaraga Bakal Dipertandingkan di SEA Games Myanmar
Written By Taufik on Rabu, 26 September 2012 | 09.02
![]() |
| (harsem/dok) |
Setelah melalui perjuangan sengit, akhirnya binaraga dipertandingkan di SEA Games Myanmar.
Masuknya cabang binaraga di SEA Games XXVII Myanmar 2013 disambut baik oleh insan olahraga olah tubuh tersebut. Apalagi tahun lalu di SEA Games XXVI Jakarta-Palembang cabang binaraga tidak dipertandingkan.
“Yang perlu dijaga adalah bagaimana mempertahankan olahraga ini bisa dipertandingkan setiap SEA Games. Untuk itu, perlu diperkuat lobi-lobi dengan negara ASEAN peserta SEA Games agar binaraga terus dipertandingkan,” kata Kepala Seksi Pembinaan Potensi Prestasi PB PABBSI bidang Binaraga Kemal Nasution.
Tahun lalu binaraga tidak dipertandingkan di SEA Games XXVI karena negara peserta tidak mencapai kuota 5. Padahal hampir setiap negara memiliki atlet binaraga. Untuk itu, perlu lobi-lobi guna meyakinkan negara lain agar ikut berprestasi kendati tidak berpeluang meraih medali.
Masuknya binaraga sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan di SEA Games XXVII Myanmar tak terlepas dari lobi-lobi negara lain seperti Malaysya, Indonesia, Thailand, dan Vietnam pada Kejuaraan Binaraga Asia Tenggara, Februari 2012 lalu di Yangon, Myamnar. Indonesia mengirimkan empat atlet dan membawa pulang 1 emas dan 3 perak.
Satu hal yang perlu dijaga atlet binaraga, kata Kemal yang sering menjadi wasit binaraga internasional ini, adalah menghindari kasus doping. Sebab binaraga bisa tidak dipertandingkan untuk selama-lamanya di SEA Games.
“Dalam binaraga dituntut kejujuran dan fair play. Untuk itu semua pelaku olahraga binaraga diimbau menghindari penggunaan doping,” harap Kemal.
Binaraga akan menyeleksi atlet untuk SEA Games setelah PON XVIII berakhir. Hasil PON akan dieveluasi untuk menentukan atlet SEA Games, namun sebelumnya mereka akan diturunkan pada dua event pada bulan Desember di Singapura, yakni Prom Klasik 2 dan Mister Universe Championship. (rif)
Masuknya cabang binaraga di SEA Games XXVII Myanmar 2013 disambut baik oleh insan olahraga olah tubuh tersebut. Apalagi tahun lalu di SEA Games XXVI Jakarta-Palembang cabang binaraga tidak dipertandingkan.
“Yang perlu dijaga adalah bagaimana mempertahankan olahraga ini bisa dipertandingkan setiap SEA Games. Untuk itu, perlu diperkuat lobi-lobi dengan negara ASEAN peserta SEA Games agar binaraga terus dipertandingkan,” kata Kepala Seksi Pembinaan Potensi Prestasi PB PABBSI bidang Binaraga Kemal Nasution.
Tahun lalu binaraga tidak dipertandingkan di SEA Games XXVI karena negara peserta tidak mencapai kuota 5. Padahal hampir setiap negara memiliki atlet binaraga. Untuk itu, perlu lobi-lobi guna meyakinkan negara lain agar ikut berprestasi kendati tidak berpeluang meraih medali.
Masuknya binaraga sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan di SEA Games XXVII Myanmar tak terlepas dari lobi-lobi negara lain seperti Malaysya, Indonesia, Thailand, dan Vietnam pada Kejuaraan Binaraga Asia Tenggara, Februari 2012 lalu di Yangon, Myamnar. Indonesia mengirimkan empat atlet dan membawa pulang 1 emas dan 3 perak.
Satu hal yang perlu dijaga atlet binaraga, kata Kemal yang sering menjadi wasit binaraga internasional ini, adalah menghindari kasus doping. Sebab binaraga bisa tidak dipertandingkan untuk selama-lamanya di SEA Games.
“Dalam binaraga dituntut kejujuran dan fair play. Untuk itu semua pelaku olahraga binaraga diimbau menghindari penggunaan doping,” harap Kemal.
Binaraga akan menyeleksi atlet untuk SEA Games setelah PON XVIII berakhir. Hasil PON akan dieveluasi untuk menentukan atlet SEA Games, namun sebelumnya mereka akan diturunkan pada dua event pada bulan Desember di Singapura, yakni Prom Klasik 2 dan Mister Universe Championship. (rif)
08.55
Agus Tunggu Panggilan SEA Games
![]() |
| (harsem dok) |
Peraih dua medali emas PON XVIII Riau Agus Prayogo menunggu surat panggilan masuk pelatnas untuk persiapan tampil pada SEA Games 2013 Myanmar.
"Sampai akhir 2012 ini, sepertinya sudah tidak ada event nasional dan internasional sehingga saya hanya menunggu surat panggilan masuk pelatnas," kata Agus, kemarin.
Sambil menunggu, peraih dua medali emas SEA Games 2011 tersebut tetap menjalani latihan untuk menjaga kondisi tubuh supaya saat masuk pelatnas tetap bugar.
Pelari asal Kota Magelang tersebut termasuk salah satu dari 72 atlet yang dijaring PB PASI melalui PON Riau untuk pelatnas SEA Games 2013 Myanmar. Pria yang tercatat sebagai prajurit TNI AD dan berdinas di Secapa TNI AD di Bandung, tersebut, masuk pelatnas untuk nomor spesialisasinya, lari 5.000 dan 10 ribu meter.
Di PON Riau, Agus meraih medali emas untuk lari 5.000 meter dengan catatan waktu 14 menit 30,47 detik kemudian lari 10 ribu meter dengan catatan waktu 30 menit 11,01 detik. Bahkan pada lari 10 ribu meter, Agus Prayogo berhasil memecahkan rekor PON atas nama Edduardus Nabunome (NTT) 30 menit 20,70 detik.
Dari Jateng selain Agus ada lima atlet lain yaitu Triyaningsih dan Dwi Ratnawati (putri), Kresna Wahyu (tolak peluru), M Rusmanto (lempar lembing), dan Yuaris Diyanto (tolak peluru). (rif)
"Sampai akhir 2012 ini, sepertinya sudah tidak ada event nasional dan internasional sehingga saya hanya menunggu surat panggilan masuk pelatnas," kata Agus, kemarin.
Sambil menunggu, peraih dua medali emas SEA Games 2011 tersebut tetap menjalani latihan untuk menjaga kondisi tubuh supaya saat masuk pelatnas tetap bugar.
Pelari asal Kota Magelang tersebut termasuk salah satu dari 72 atlet yang dijaring PB PASI melalui PON Riau untuk pelatnas SEA Games 2013 Myanmar. Pria yang tercatat sebagai prajurit TNI AD dan berdinas di Secapa TNI AD di Bandung, tersebut, masuk pelatnas untuk nomor spesialisasinya, lari 5.000 dan 10 ribu meter.
Di PON Riau, Agus meraih medali emas untuk lari 5.000 meter dengan catatan waktu 14 menit 30,47 detik kemudian lari 10 ribu meter dengan catatan waktu 30 menit 11,01 detik. Bahkan pada lari 10 ribu meter, Agus Prayogo berhasil memecahkan rekor PON atas nama Edduardus Nabunome (NTT) 30 menit 20,70 detik.
Dari Jateng selain Agus ada lima atlet lain yaitu Triyaningsih dan Dwi Ratnawati (putri), Kresna Wahyu (tolak peluru), M Rusmanto (lempar lembing), dan Yuaris Diyanto (tolak peluru). (rif)
19.19
Para atlet yang memperoleh insentif adalah Triyaningsih peraih tiga medali emas SEA Games XXVI cabang lari 500 meter, 10.000 meter dan marathon. Dian Kartika (tolak peluru peringkat 4), Dwi Ratnawati (lempar cakram peraih medali Perak), Victoria (sepaktakraw mendapatkan medali perak) dan Imam Ragananda peraih perunggu.
Walikota Salatiga Yuliyanto mengaku bangga dan mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah membawa nama harum Kota Salatiga di kancah nasional bahkan internasional. Begitu pula, kepada para pelatih dan official yang telah menyumbangkan waktu, pikiran dan materi guna mencetak para atlet berprestasi.
Dengan telah mengharumkan Kota Salatiga, Pemkot Salatiga juga memberikan bantuan sebagai tanda terima kasih akan keberhasilannya meraih prestasi tersebut. Harapannya, bantuan ini jangan dilihat nilainya tetapi niat tulus dari Pemkot Salatiga akan prestasi yang diraihnya itu.
Usai pemberian bantuan kepada para atlet dan official, mereka langsung dikirab keliling Kota Salatiga. Triyaningsih dan atlet lainnya dikirab dengan diiringi puluhan orang pecinta Harley Davidson dan Komunitas Jeep Salatiga (KJS). Nampak hadir dalam acara ini, Wakil Walikota H. Muh. Haris, Sekda Agus Rudianto
MM, Kajari Kota Salatiga Albert Iwan Kapuy, mantan Walikota Salatiga John Manuel Mannopo serta tokoh olahraga Bambang Siswoyo. Selain itu para kepala SKPD Kota Salatiga. (hes/twu)
Pemkot Salatiga Berikan Bonus untuk Atlet Berprestasi
Written By p3joeang45 on Senin, 19 Desember 2011 | 19.19
SEBAGAI wujud apresiasi Pemkot Salatiga terhadap para atlet berprestasi, Jumat (16/12) dilakukan kirab atlet yang sukses menggondol medali dalam ajang pesta SEA Games XXVI lalu. Acara tersebut dikemas dalam Penyambutan Atlet SEA Games XXVI dan Penyerahan Bantuan Insentif Atlet Berprestasi 2011, di Pemkot Salatiga.
Para atlet yang memperoleh insentif adalah Triyaningsih peraih tiga medali emas SEA Games XXVI cabang lari 500 meter, 10.000 meter dan marathon. Dian Kartika (tolak peluru peringkat 4), Dwi Ratnawati (lempar cakram peraih medali Perak), Victoria (sepaktakraw mendapatkan medali perak) dan Imam Ragananda peraih perunggu.
Walikota Salatiga Yuliyanto mengaku bangga dan mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah membawa nama harum Kota Salatiga di kancah nasional bahkan internasional. Begitu pula, kepada para pelatih dan official yang telah menyumbangkan waktu, pikiran dan materi guna mencetak para atlet berprestasi.
Dengan telah mengharumkan Kota Salatiga, Pemkot Salatiga juga memberikan bantuan sebagai tanda terima kasih akan keberhasilannya meraih prestasi tersebut. Harapannya, bantuan ini jangan dilihat nilainya tetapi niat tulus dari Pemkot Salatiga akan prestasi yang diraihnya itu.
Usai pemberian bantuan kepada para atlet dan official, mereka langsung dikirab keliling Kota Salatiga. Triyaningsih dan atlet lainnya dikirab dengan diiringi puluhan orang pecinta Harley Davidson dan Komunitas Jeep Salatiga (KJS). Nampak hadir dalam acara ini, Wakil Walikota H. Muh. Haris, Sekda Agus Rudianto
MM, Kajari Kota Salatiga Albert Iwan Kapuy, mantan Walikota Salatiga John Manuel Mannopo serta tokoh olahraga Bambang Siswoyo. Selain itu para kepala SKPD Kota Salatiga. (hes/twu)
08.57
Menurut pelari yang tergabung dalam klub Lokomotif Salatiga di bawah naungan pembina sekaligus pelatihnya, Alwi Mugiyanto, , limite waktu untuk masuk Olimpiade, persis dengan catatan waktu saat dia sukses membawa pulang medali emas SEA Games 2011 yaitu 2 jam 45 menit.
“Saya sangat optimistis bisa meraih tiket Olimpiade, karena catatan waktu terbaik saya adalah 2 jam 31 menit saat tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, Desember 2010. meskipun saat di Guangzhu, saya hanya berada di posisi keempat,” ujarnya di Bandara A Yani Semarang, belum lama ini, usai dari Jakarta menghadiri pertemuan atlet peraih medali SEA Games dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ditambahkan, saat ini ia akan berkonsentrasi untuk bisa memenuhi limite waktu Olimpiade untuk nomor lari maraton (42,195 kilometer). Namun, disinggung soal event apa yang akan dijadikan sasaran untuk bisa masuk limite waktu Olimpiade, ia tidak banyak komentar.
“Ya, sekitar Maret 2012 nanti. Yang pasti Saya akan mencari lomba lari maraton yang medannya tidak terlalu menyulitkan terutama jalan atau lintasan yang tidak terlalu menanjak," kata adik mantan pelari nasional, Ruwiyati tersebut.
“Lintasan dan cuaca sangat berpengaruh terhadap pelari. Seperti yang digunakan untuk lomba lari maraton SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, kurang memenuhi standar internasional di samping itu kondisi cuaca di kota tersebut yang tidak mendukung,” paparnya.
Semangat Soedriman
Sementara itu pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto yang datang dengan naik kursi roda setelah dirawat di Rumah Sakit di Palembang selama 10 hari dan di Jakarta juga 10 hari, mengatakan, dirinya bersyukur anak didiknya bisa mencapai target dengan meraih tiga medali emas pada SEA Games 2011.
"Saya ini mirip dengan Jenderal Besar Sudirman yang memimpin peperangan anak buahnya di atas tandu. Saya tetap mendampingi Trianingsih meskipun sakit (sakit kelenjar getah bening)," katanya.
Trianingsih berhasil menyumbangkan tiga medali emas bagi Indonesia di SEA Games melalui nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter, serta 10 ribu meter.
Pada nomor lari 10 ribu meter catatan waktu Trianingsih adalah 34 menit 52,74 detik, kemudian pada lari 5.000 meter catatan waktunya adalah 16 menit 06,36 detik. (wse/twu)
Trianingsih Optimistis Raih Tiket Olimpiade
Written By p3joeang45 on Selasa, 13 Desember 2011 | 08.57
TRIANINGSIH, peraih tiga medali emas pada SEA Games XXVI/2011 mengaku optimistis akan meraih tiket untuk tampil pada Olimpiade 2012 di London Inggris. Hal itu didasari oleh limite waktu untuk masuk Olimpiade 2012 adalah 2 jam 42 menit.
Menurut pelari yang tergabung dalam klub Lokomotif Salatiga di bawah naungan pembina sekaligus pelatihnya, Alwi Mugiyanto, , limite waktu untuk masuk Olimpiade, persis dengan catatan waktu saat dia sukses membawa pulang medali emas SEA Games 2011 yaitu 2 jam 45 menit.
“Saya sangat optimistis bisa meraih tiket Olimpiade, karena catatan waktu terbaik saya adalah 2 jam 31 menit saat tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, Desember 2010. meskipun saat di Guangzhu, saya hanya berada di posisi keempat,” ujarnya di Bandara A Yani Semarang, belum lama ini, usai dari Jakarta menghadiri pertemuan atlet peraih medali SEA Games dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ditambahkan, saat ini ia akan berkonsentrasi untuk bisa memenuhi limite waktu Olimpiade untuk nomor lari maraton (42,195 kilometer). Namun, disinggung soal event apa yang akan dijadikan sasaran untuk bisa masuk limite waktu Olimpiade, ia tidak banyak komentar.
“Ya, sekitar Maret 2012 nanti. Yang pasti Saya akan mencari lomba lari maraton yang medannya tidak terlalu menyulitkan terutama jalan atau lintasan yang tidak terlalu menanjak," kata adik mantan pelari nasional, Ruwiyati tersebut.
“Lintasan dan cuaca sangat berpengaruh terhadap pelari. Seperti yang digunakan untuk lomba lari maraton SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, kurang memenuhi standar internasional di samping itu kondisi cuaca di kota tersebut yang tidak mendukung,” paparnya.
Semangat Soedriman
Sementara itu pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto yang datang dengan naik kursi roda setelah dirawat di Rumah Sakit di Palembang selama 10 hari dan di Jakarta juga 10 hari, mengatakan, dirinya bersyukur anak didiknya bisa mencapai target dengan meraih tiga medali emas pada SEA Games 2011.
"Saya ini mirip dengan Jenderal Besar Sudirman yang memimpin peperangan anak buahnya di atas tandu. Saya tetap mendampingi Trianingsih meskipun sakit (sakit kelenjar getah bening)," katanya.
Trianingsih berhasil menyumbangkan tiga medali emas bagi Indonesia di SEA Games melalui nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter, serta 10 ribu meter.
Pada nomor lari 10 ribu meter catatan waktu Trianingsih adalah 34 menit 52,74 detik, kemudian pada lari 5.000 meter catatan waktunya adalah 16 menit 06,36 detik. (wse/twu)
11.19
Triyaningsih Dijamu Presiden
Written By ericadventure on Rabu, 07 Desember 2011 | 11.19
TIGA medali emas yang diraih Triyaningsih tak hanya membuat pelari mungil itu kaya mendadak. Kemarin sore, Tri dan ratusan atlet peraih emas SEA Games 2011 dijamu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman tengah Komplek Istana Negara.
“Sebenarnya semua ingin hadir, tapi sebagian sudah pulang kampung karena sudah berlatih berbulan-bulan di pelatnas. Jadi, setelah pemberian bonus mereka pulang kampung,” ujar Menegpora Andi Malarangeng.
Menurut Andi, inilah hasil yang telah dicapai atlet-atlet Indonesia dengan menyumbang 182 emas, 152 perak, dan 145 perunggu. Ia berharap di perhelatan akbar berikutnya, Indonesia bisa mempertahankan posisi juara umum di Myanmar, 2013.
Triyaningsih merupakan salah satu atlet peraih emas terbanyak (3 emas). Selain itu, ada I Gede Siman Sudhartawa, atlet renang yang berusia 17 tahun yang memperoleh empat emas.
Tiga emas bagi atlet asal Salatiga itu ibarat kotak harta karun. Untuk bonus dari KONI Pusat saja, per keping dihargai Rp 200 juta. Itu belum dari PB PASI, KONI Jateng, dan Pembina klub. Banjir bonus itu tak membuat gadis santun ini langsung jor-joran.
“Yang jelas untuk orangtua dan investasi saja,” tandas Triyaningsih.
Sejak debutnya di SEA 2005, Tri sudah bertekad mengumpulkan bonus untuk investasi dan orangtua. Beberapa keinginan dari orang tuannya yaitu menjalankan ibadah umroh dan naik haji. Ia pun berencana untuk haji tahun depan jika tak ada agenda padat.
Namun, tahun depan agaknya akan menjadi perjuangan bagi adik kandung Ruwiyati ini. Meski belum ada agenda pasti, Tri mulai fokus untuk turun di beberapa kejuaraan untuk meraih tiket ke Olimpiade 2012 di London Inggris.
“Setiap ada agenda ke Olimpik saya akan maksimalkan dulu. Yang jelas saya berharap bisa lolos,” tutupnya. (wig/twu)
“Sebenarnya semua ingin hadir, tapi sebagian sudah pulang kampung karena sudah berlatih berbulan-bulan di pelatnas. Jadi, setelah pemberian bonus mereka pulang kampung,” ujar Menegpora Andi Malarangeng.
Menurut Andi, inilah hasil yang telah dicapai atlet-atlet Indonesia dengan menyumbang 182 emas, 152 perak, dan 145 perunggu. Ia berharap di perhelatan akbar berikutnya, Indonesia bisa mempertahankan posisi juara umum di Myanmar, 2013.
Triyaningsih merupakan salah satu atlet peraih emas terbanyak (3 emas). Selain itu, ada I Gede Siman Sudhartawa, atlet renang yang berusia 17 tahun yang memperoleh empat emas.
Tiga emas bagi atlet asal Salatiga itu ibarat kotak harta karun. Untuk bonus dari KONI Pusat saja, per keping dihargai Rp 200 juta. Itu belum dari PB PASI, KONI Jateng, dan Pembina klub. Banjir bonus itu tak membuat gadis santun ini langsung jor-joran.
“Yang jelas untuk orangtua dan investasi saja,” tandas Triyaningsih.
Sejak debutnya di SEA 2005, Tri sudah bertekad mengumpulkan bonus untuk investasi dan orangtua. Beberapa keinginan dari orang tuannya yaitu menjalankan ibadah umroh dan naik haji. Ia pun berencana untuk haji tahun depan jika tak ada agenda padat.
Namun, tahun depan agaknya akan menjadi perjuangan bagi adik kandung Ruwiyati ini. Meski belum ada agenda pasti, Tri mulai fokus untuk turun di beberapa kejuaraan untuk meraih tiket ke Olimpiade 2012 di London Inggris.
“Setiap ada agenda ke Olimpik saya akan maksimalkan dulu. Yang jelas saya berharap bisa lolos,” tutupnya. (wig/twu)
12.04
Hingga menjelang Musyawarah Olahraga Nasional KONI 2011 yang bakal berlangsung mulai Kamis (1/12) hingga Minggu (3/12) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, baru ada tiga nama yang masuk ke Panitia Penjaringan Ketua Umum KONI periode 2011-2015.
Mereka adalah Mayjen TNI (Pur) Hendardji Soepandji yang kini Wakil Ketua Umum l KONI Pusat yang juga Ketua Umum PB FORKI; Mayjen TNI (Pur) Tono Suratman, Ketua Umum PB IKASI yang juga Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima); serta Djati Walujo yang kini menjabat sebagai Sekjen KONI Pusat.
Menurut John Loebis, Ketua Harian KONI Provinsi Sumatera Utara, dalam pemilihan Ketua Umum KONI Pusat yang baru nanti, sebaiknya ke-51 perwakilan PB, perwakilan dari 33 pengprov, serta 1 suara dari KONI Pusat, hendaknya mencari figur yang mau melayani.
"Yang pasti, kita harus bisa melihat figur yang harus mampu membawa cabang yang dibinanya dapat berprestasi di pentas internasional. Sedikitnya, ya, di SEA Games yang baru selesai kemarin," demikian Ketua Harian KONI Sumut. (rif)
Baru 3 Kandidat Ketum KONI
Written By ericadventure on Selasa, 29 November 2011 | 12.04
Hingga menjelang Musyawarah Olahraga Nasional KONI 2011 yang bakal berlangsung mulai Kamis (1/12) hingga Minggu (3/12) di Mataram, Nusa Tenggara Barat, baru ada tiga nama yang masuk ke Panitia Penjaringan Ketua Umum KONI periode 2011-2015.Mereka adalah Mayjen TNI (Pur) Hendardji Soepandji yang kini Wakil Ketua Umum l KONI Pusat yang juga Ketua Umum PB FORKI; Mayjen TNI (Pur) Tono Suratman, Ketua Umum PB IKASI yang juga Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima); serta Djati Walujo yang kini menjabat sebagai Sekjen KONI Pusat.
Menurut John Loebis, Ketua Harian KONI Provinsi Sumatera Utara, dalam pemilihan Ketua Umum KONI Pusat yang baru nanti, sebaiknya ke-51 perwakilan PB, perwakilan dari 33 pengprov, serta 1 suara dari KONI Pusat, hendaknya mencari figur yang mau melayani.
"Yang pasti, kita harus bisa melihat figur yang harus mampu membawa cabang yang dibinanya dapat berprestasi di pentas internasional. Sedikitnya, ya, di SEA Games yang baru selesai kemarin," demikian Ketua Harian KONI Sumut. (rif)
14.05
Polda Metro Evaluasi Pengamanan SEA Games
Written By ericadventure on Jumat, 25 November 2011 | 14.05
APARAT Polda Metro Jaya menggelar evaluasi bersama INASOC selaku penyelenggara SEA Games XXVI. Evaluasi ini merupakan buntut insiden tewasnya dua suporter Indonesia yang akan menonton partai final Indonesia kontra Malaysia, Senin (21/11).
Selain melibatkan INASOC, rapat tersebut juga akan dihadiri pengelola Stadion Gelora Bung Karno (GBK) juga unsur dari Pemda DKI Jakarta. Rapat dilangsungkan pada pukul 15.00 di gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya.
"Semua unsur yang terlibat waktu itu, kita evaluasi apa yang perlu ditingkatkan," kata Baharudin.
Selain mengevaluasi kericuhan suporter, para stakeholder juga akan mengevaluasi terkait jatuhnya dua korban tewas. Para pihak akan menyelidiki kematian dua suporter tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengungkapkan, pihaknya tidak menginginkan adanya korban tewas. Pihaknya bersama stakeholder akan membahas upaya pencegahan agar kasus tersebut tidak berulang.
"Tidak ada yang mengharapkan (korban tewas), tapi bagaimana itu bisa terjadi, banyak yang harus kita tingkatkan untuk mencegah hal yang sama di masa depan," jelasnya.
Baharudin menambahkan, pihaknya telah melakukan pengamanan secara maksimal di lokasi. Bahkan, pihaknya juga telah mengimbau sistem pemarkiran kendaraan yang baik di lokasi agar tidak menimbulkan kemacetan.
"Internal polisi sudah mengatakan kendaraan jangan sampai diparkir di ring road, sistem penjualan tiket yang harus disosialissai ke masyarakat," tutupnya. ***
Label:
sea games
15.05
Penutupan SEA Games XXVI
Written By Harian Semarang on Kamis, 24 November 2011 | 15.05
Label:
sea games
11.53
Jumpa Vietnam
Written By Harian Semarang on Jumat, 18 November 2011 | 11.53
Oleh Tri Wuryono
Malaysia memberi pelajaran berharga bagi timnas U-23 di partai terakhir Grup A. Kekalahan dari Harimau Malaya Muda diharapkan bisa menjadi motivasi sebelum babak semifinal.
TAMPIL tanpa sejumlah pemain inti, Indonesia harus takluk 0-1 dari Malaysia di partai terakhir Grup A, tadi malam. Kakalahan tersebut membuat Indonesia harus puas menjadi runner up dan bakal menantang Vietnam di babak semifinal, besok.
Malaysia memberi pelajaran berharga bagi timnas U-23 di partai terakhir Grup A. Kekalahan dari Harimau Malaya Muda diharapkan bisa menjadi motivasi sebelum babak semifinal.
TAMPIL tanpa sejumlah pemain inti, Indonesia harus takluk 0-1 dari Malaysia di partai terakhir Grup A, tadi malam. Kakalahan tersebut membuat Indonesia harus puas menjadi runner up dan bakal menantang Vietnam di babak semifinal, besok.
Seperti perkiraan semula, pelatih Rahmad Darmawan memilih menyimpan beberapa pilar Garuda Muda dan menurunkan pemain-pemain yang jarang dimainkan dalam tiga partai sebelumnya. Hanya Gunawan Dwi Cahyo, Titus Bonai dan Ferdinand Sinaga yang menjadi starter, sedangkan sisanya adalah pemain yang biasa menghuni bangku cadangan.
Hasilnya, Tibo dkk gagal mengatasi tekanan dan tak mampu membongkar ketatnya pertahanan Malaysia. Alih-alih mencetak gol, gawang Indonesia yang dikawal Andritany Ardhiyasa justru kebobolan saat laga berumur 17 menit.
Ibrahim Sahrul Aswari yang baru masuk menggantikan Zakaria Wan Zaharul mampu menuntaskan skenario serangan balik yang dibangun anak-anak Harimau Malaya. Setelah gol tersebut, Indonesia justru semakin tertekan.
Di babak kedua Rahmad Darmawan mencoba menyuntikkan Oktovianus Maniani, Diego Michiels dan Egy Melgiansyah. Usaha tersebut memang cukup berhasil meningkatkan intensitas serangan, tapi tetap saja tak ada gol yang tercipta.
Terlihat jelas perbedaan kualitas dalam mengorganisasi permainan. Malaysia lebih matang dalam mengatasi tekanan berat meski bermain di tengah teror pendukung tuan rumah. Skuad besutan Ong Kim Swee justru bisa tampil tanpa beban dan menikmati pertandingan.
Di menit 69 wasit mengeluarkan kartu merah untuk pelatih Ong Kim Swee karena dianggap memprotes wasit. Sementara pemain Indonesia justru semakin frustrasi dan bermain keras, alhasil beberapa kartu kuning harus dikeluarkan wasit.
Hasil ini mengharuskan Indonesia menghadapi salah satu favorit juara Vietnam di babak empat besar. Malaysia memimpin Grup A dengan poin 10, unggul satu angka dari Indonesia. Sementara, Vietnam memasatikan menjadi juara Grup B setelah di partai terakhir menekuk Laos 3-1.
Meski mengecewakan, kekalahan ini bisa menjadi pelecut bagi Titus Bonai dkk. Rahmad Darmawan harus bisa membenahi mental anak buahnya yang terbukti tidak bisa keluar dari tekanan ketika dalam kondisi tertinggal. ***
Susunan Pemain
Indonesia: 12-Andritany Ardhiyasa, 2-Seftia Hadi ('49 Diego Michiels), 13-Gunawan Dwi Cahyo, 5-Christiantoko Yericho, 6-Mahardiga Lasut (' 62 Egi Melgiansyah), 26-Hendro Siswanto, 14-Lucas Mandowen ('75 Okto Maniani) , 11-Ramdani Lestaluhu, 25-Titus Bonai, 17-Ferdinand Sinaga, 7-Yongki Aribowo.
Malaysia: 1-Che Mat Khairul Fahmi, 2-Jasuli Mahali, 4-Mohd Shas Mohamad Fadhli, 6-Omar Mohd Asraruddin, 7-Fazail Mohd Irfan, 10-Bakhtiar Baddrol, 14-Ramlan Izzaq Faris, 17-Othaman Mohamad Fandi, 19-Wan Zakaria Wan Zaharul (Ibrahim Sahrul Aswari), 21-Mansor Muhd Nazmi Faiz, 24-Ahmad Mohamad Muslim.
Susunan Pemain
Indonesia: 12-Andritany Ardhiyasa, 2-Seftia Hadi ('49 Diego Michiels), 13-Gunawan Dwi Cahyo, 5-Christiantoko Yericho, 6-Mahardiga Lasut (' 62 Egi Melgiansyah), 26-Hendro Siswanto, 14-Lucas Mandowen ('75 Okto Maniani) , 11-Ramdani Lestaluhu, 25-Titus Bonai, 17-Ferdinand Sinaga, 7-Yongki Aribowo.
Malaysia: 1-Che Mat Khairul Fahmi, 2-Jasuli Mahali, 4-Mohd Shas Mohamad Fadhli, 6-Omar Mohd Asraruddin, 7-Fazail Mohd Irfan, 10-Bakhtiar Baddrol, 14-Ramlan Izzaq Faris, 17-Othaman Mohamad Fandi, 19-Wan Zakaria Wan Zaharul (Ibrahim Sahrul Aswari), 21-Mansor Muhd Nazmi Faiz, 24-Ahmad Mohamad Muslim.
00.07
Indonesia Gagal Jadi Juara Grup A
Oleh Arief Firhanusa
Malaysia menebar ancaman serius pada Indonesia bila keduanya berjumpa di final, Senin (21/11).
Indonesia gagal mengatasi gempuran Malaysia di partai terakhir Grup A cabang sepakbola SEA Games XXVI. Tunduk 0-1, Garuda Muda yang duduk di trap kedua grupnya akan menghadapi penguasa Grup B Vietnam di semifinal.
Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tadi malam, Indonesia tampil buruk di babak pertama. Dan di periode itulah satu-satunya gol yang bersarang di gawang tuan rumah datang, tepatnya di menit 17 melalui Ibrahim Sahrul Aswari.
Indonesia tampil jauh lebih baik di babak kedua. Namun beberapa peluang yang dimiliki Titus Bonai, Okto Maniani dan Ferdinan Sinaga tak satupun berujung gol penyama. Indonesia pun harus menelan kekalahan dengan skor 0-1. Hasil ini membuat Indonesia gagal jadi juara Grup A. Dengan poin 9, Tibo cs kalah dua angka dari Malaysia, yang berhak jadi juara grup.
Secara head to head, Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 kini berkedudukan 3-0 untuk Malaysia, dengan perincian: Malaysia menang 1-0 di SEA Games 2005, menang dengan angka sama di ujicoba yang digelar pada 13 Juni 2009, serta skor yang sama pula tadi malam di Gelora Bung Karno.
Di babak semifinal Indonesia akan menghadapi tim kuat sekaligus kandidat peraih emas, Vietnam. Pada pertandingan sebelumnya Vietnam memastikan merebut puncak klasemen Grup B setelah mengalahkan Laos 3-1.
Bila Indonesia mampu mengalahkan Vietnam, dan Malaysia mengatasi Myanmar, maka duel Indonesia-Malaysia bakal terulang. Bila performa timnas masih seperti tadi malam, bukan tidak mungkin Malaysia kembali mencaplok Indonesia!
Maka, berdoalah agar timnas menapak tren naik lagi, sementara Malaysia antiklimaks di semifinal.***
Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tadi malam, Indonesia tampil buruk di babak pertama. Dan di periode itulah satu-satunya gol yang bersarang di gawang tuan rumah datang, tepatnya di menit 17 melalui Ibrahim Sahrul Aswari.
Indonesia tampil jauh lebih baik di babak kedua. Namun beberapa peluang yang dimiliki Titus Bonai, Okto Maniani dan Ferdinan Sinaga tak satupun berujung gol penyama. Indonesia pun harus menelan kekalahan dengan skor 0-1. Hasil ini membuat Indonesia gagal jadi juara Grup A. Dengan poin 9, Tibo cs kalah dua angka dari Malaysia, yang berhak jadi juara grup.
Secara head to head, Indonesia U-23 vs Malaysia U-23 kini berkedudukan 3-0 untuk Malaysia, dengan perincian: Malaysia menang 1-0 di SEA Games 2005, menang dengan angka sama di ujicoba yang digelar pada 13 Juni 2009, serta skor yang sama pula tadi malam di Gelora Bung Karno.
Di babak semifinal Indonesia akan menghadapi tim kuat sekaligus kandidat peraih emas, Vietnam. Pada pertandingan sebelumnya Vietnam memastikan merebut puncak klasemen Grup B setelah mengalahkan Laos 3-1.
Bila Indonesia mampu mengalahkan Vietnam, dan Malaysia mengatasi Myanmar, maka duel Indonesia-Malaysia bakal terulang. Bila performa timnas masih seperti tadi malam, bukan tidak mungkin Malaysia kembali mencaplok Indonesia!
Maka, berdoalah agar timnas menapak tren naik lagi, sementara Malaysia antiklimaks di semifinal.***
10.54
Final Bulutangkis Putra: Medali Emas untuk Indonesia!
Written By Harian Semarang on Rabu, 16 November 2011 | 10.54

Pada Selasa (15/11), Tim Bulutangkis Putra indonesia menghadapi Tim Bulutangkis Putra Malaysia dalam Putaran Final Bulutangkis Putra. Putaran final ini berhasil mengantar Indonesia menjadi peraih medali emas pada cabang Bulutangkis Putra dengan skor 3 – 1.
Pada putaran tunggal pertama, antara Simon Santoso dari Indonesia melawan Liew Daren (Malaysia), berhasil dimenangkan oleh Simon Santoso dengan menungguli Daren pada Set pertama dan set kedua berturut-turut dengan lama waktu pertandingan 53 menit .
Selanjutnya pada putaran kedua (ganda pertama), Bona Septano dan Mohamad Ahsan (Indonesia) berhasil dikalahkan oleh Lim Khim Wah dan Goh Wei Shem (Malaysia) pada set pertama dan set ketiga , dengan lama waktu pertandingan 66 menit.
Pada putaran ketiga (tunggal kedua) antara Tommy Sugiarto (Indonesia) dengan Mohamad Arif (Malaysia), kemenangan berhasil diraih oleh Indonesia dengan memenangkan set pertama dan kedua , dengan durasi permainan selama 43 menit.
Putaran keempat (ganda kedua) antara Hendra Setiawan dan Markis Kido dari Indonesia melawan Mak Hee Choon dan Ong Soon Hock dari Malaysia berakhir kemenangan untuk Indonesia yang berhasil mengantar Indonesia menjadi peraih Medali Emas untuk cabang Olahraga Bulutangkis Putra.
Pada putaran tunggal pertama, antara Simon Santoso dari Indonesia melawan Liew Daren (Malaysia), berhasil dimenangkan oleh Simon Santoso dengan menungguli Daren pada Set pertama dan set kedua berturut-turut dengan lama waktu pertandingan 53 menit .
Selanjutnya pada putaran kedua (ganda pertama), Bona Septano dan Mohamad Ahsan (Indonesia) berhasil dikalahkan oleh Lim Khim Wah dan Goh Wei Shem (Malaysia) pada set pertama dan set ketiga , dengan lama waktu pertandingan 66 menit.
Pada putaran ketiga (tunggal kedua) antara Tommy Sugiarto (Indonesia) dengan Mohamad Arif (Malaysia), kemenangan berhasil diraih oleh Indonesia dengan memenangkan set pertama dan kedua , dengan durasi permainan selama 43 menit.
Putaran keempat (ganda kedua) antara Hendra Setiawan dan Markis Kido dari Indonesia melawan Mak Hee Choon dan Ong Soon Hock dari Malaysia berakhir kemenangan untuk Indonesia yang berhasil mengantar Indonesia menjadi peraih Medali Emas untuk cabang Olahraga Bulutangkis Putra.
10.27
Semarak Kembang Api SEA Games Monas
Written By Harian Semarang on Sabtu, 12 November 2011 | 10.27
Jakarta - Berbarengan dengan Pembukaan SEA Games di Stadion Jakabiring Palembang, Jakarta pun tidak mau kalah. Jumat malam ini Monas bermandikan cahaya kembang api sebagai tanda semangat warga Jakarta mendukung perhelatan olahraga 2 tahunan ini.
Bukan cuma pesta kembang api, Monas juga ramai dengan hiburan artis-artis ternama seperti Sandy Sandoro, Titi DJ, Duo Maia, dan Netral. Tidak ketinggalan khas Jakarta, yakni kesenian asal Betawi, dan tarian selamat datang.
Acara di Monas ini tentu saja dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Perwakilan kontingen dari 11 negara peserta juga turut hadir dan terhibur dengan sajian hiburan yang ditampilkan pada acara tersebut.
Fauzi Bowo dalam sambutannya mengingatkan warga Jakarta agar dapat menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman. Ia mengajak warganya menjadi tuan rumah yang baik dan menyukseskan pesta olahraga negara-negara di kawasan ASEAN ini.
"Selamat datang bagi para kontingen SEA Games XXVI di Jakarta. Selamat datang juga di Monas. Untuk warga Jakarta mari kita menjadi tuan rumah yang baik," ujar Fauzi, saat membuka secara resmi SEA Games XXVI, Jumat (11/11).
Fauzi meminta masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta untuk memberikan dukungan bagi para atlet yang tengah berjuang membela nama bangsa. Terlebih, bagi atlet Indonesia, agar dapat meraih juara umum dalan SEA Games kali ini.
"Mari beri dukungan bagi para atlet, khusunya bagi atlet Indonesia, agar menjadi juara umum," katanya.
Tidak ketinggalan, Fauzi juga mengimbau, agar semangat kebersamaan dan kerja sama antar negara ASEAN tidak akan pernah putus dan terus terjalin. Ajang SEA Games, dikatakannya, merupakan salah satu sarana untuk terus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar negara ASEAN.
"Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijunjung untuk menjadikan negara ASEAN yang bermartabat," pungkasnya.
Bukan cuma pesta kembang api, Monas juga ramai dengan hiburan artis-artis ternama seperti Sandy Sandoro, Titi DJ, Duo Maia, dan Netral. Tidak ketinggalan khas Jakarta, yakni kesenian asal Betawi, dan tarian selamat datang.
Acara di Monas ini tentu saja dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Perwakilan kontingen dari 11 negara peserta juga turut hadir dan terhibur dengan sajian hiburan yang ditampilkan pada acara tersebut.
Fauzi Bowo dalam sambutannya mengingatkan warga Jakarta agar dapat menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman. Ia mengajak warganya menjadi tuan rumah yang baik dan menyukseskan pesta olahraga negara-negara di kawasan ASEAN ini.
"Selamat datang bagi para kontingen SEA Games XXVI di Jakarta. Selamat datang juga di Monas. Untuk warga Jakarta mari kita menjadi tuan rumah yang baik," ujar Fauzi, saat membuka secara resmi SEA Games XXVI, Jumat (11/11).
Fauzi meminta masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta untuk memberikan dukungan bagi para atlet yang tengah berjuang membela nama bangsa. Terlebih, bagi atlet Indonesia, agar dapat meraih juara umum dalan SEA Games kali ini.
"Mari beri dukungan bagi para atlet, khusunya bagi atlet Indonesia, agar menjadi juara umum," katanya.
Tidak ketinggalan, Fauzi juga mengimbau, agar semangat kebersamaan dan kerja sama antar negara ASEAN tidak akan pernah putus dan terus terjalin. Ajang SEA Games, dikatakannya, merupakan salah satu sarana untuk terus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar negara ASEAN.
"Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijunjung untuk menjadikan negara ASEAN yang bermartabat," pungkasnya.
10.14
Opening Ceremony Seagames 2011
Indonesia menyelenggarakan SEA GAMES untuk yang ke empat kalinya. Upacara pembukaan SEAGAMES ke 26 ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 November 2011 di Gelora Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Upacara pembukaan ini melibatkan ribuan penari, penyanyi dan juga seniman dari Sumatera Selatan.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penyanyi asal indonesia Agnes Monica, Jaclyn victor dari Malaysia, dan KC Conceptions dari Filipina. Selain itu, terdapat penampilan-penampilan unik lainnya yang telah dipersiapkan, seperti misalnya penampilan kebudayaan, kembang api dan juga electric canvas entertainment.
Panitia lokal Jakarta juga akan melaksanakan upacara pembukaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini dilaksanakan untuk menyambut para kontingen yang akan melaksanakan pertandingan di Jakarta.
Penyanyi dan berbagai band telah dijadwalkan untuk tampil di acara ini, seperti misalnya Maia, Sandy Sandhoro, Titi DJ, Netral dan Cokelat. Walaupun begitu, panitia lokal Jakarta tetap akan menayangkan upacara yang dilaksanakan di Palembang.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penyanyi asal indonesia Agnes Monica, Jaclyn victor dari Malaysia, dan KC Conceptions dari Filipina. Selain itu, terdapat penampilan-penampilan unik lainnya yang telah dipersiapkan, seperti misalnya penampilan kebudayaan, kembang api dan juga electric canvas entertainment.
Panitia lokal Jakarta juga akan melaksanakan upacara pembukaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini dilaksanakan untuk menyambut para kontingen yang akan melaksanakan pertandingan di Jakarta.
Penyanyi dan berbagai band telah dijadwalkan untuk tampil di acara ini, seperti misalnya Maia, Sandy Sandhoro, Titi DJ, Netral dan Cokelat. Walaupun begitu, panitia lokal Jakarta tetap akan menayangkan upacara yang dilaksanakan di Palembang.
11.00
PENYELENGGARA SEA Games banyak mendapat kritikan karena lambatnya persiapan yang dilakukan. Hal ini menimbulkan cibiran banyak pihak yang memerkirakan pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan itu bakal mundur.
Menjawab kritikan tersebut, Ketua Pelaksana Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia Rachmat Gobel mengatakan, SEA Games 2011 tak akan diundur. Panitia saat ini bekerja keras agar segala sesuatu yang dibutuhkan dapat segera terealisasi.
"Kami optimistis. Tidak ada istilah mundur. Memang ada venue yang belum selesai, tapi paling lambat akhir Oktober semuanya selesai," kata Rachmat kepada para wartawan sesaat sebelum mengikuti pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kompleks Sekretariat Negara, kemarin.
Mengenai kendala yang dihadapi Komite Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc, menurut Rachmat adalah kesiapan infrastruktur untuk penyiaran dan hal-hal yang terkait dengan IT.
"Infrastruktur kesiapan barang kita belum terpasang. Tapi, kita sudah siapkan semua dari jauh. Jadi, kita tidak bekerja dari nol," kata Rachmat.
Menanggapi kritikan beberapa pihak yang meragukan kemampuan Inasoc dalam menyelenggarakan SEA Games, Rachmat hanya mengatakan, "Tidak apa-apalah. Orang boleh khawatir. Kita bekerja terus," pungkasnya. (twu)
SEA Games Digelar Tepat Waktu
Written By r.ny siikecilQue on Kamis, 22 September 2011 | 11.00
PENYELENGGARA SEA Games banyak mendapat kritikan karena lambatnya persiapan yang dilakukan. Hal ini menimbulkan cibiran banyak pihak yang memerkirakan pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan itu bakal mundur.
Menjawab kritikan tersebut, Ketua Pelaksana Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia Rachmat Gobel mengatakan, SEA Games 2011 tak akan diundur. Panitia saat ini bekerja keras agar segala sesuatu yang dibutuhkan dapat segera terealisasi.
"Kami optimistis. Tidak ada istilah mundur. Memang ada venue yang belum selesai, tapi paling lambat akhir Oktober semuanya selesai," kata Rachmat kepada para wartawan sesaat sebelum mengikuti pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kompleks Sekretariat Negara, kemarin.
Mengenai kendala yang dihadapi Komite Penyelenggara SEA Games Indonesia (Inasoc, menurut Rachmat adalah kesiapan infrastruktur untuk penyiaran dan hal-hal yang terkait dengan IT.
"Infrastruktur kesiapan barang kita belum terpasang. Tapi, kita sudah siapkan semua dari jauh. Jadi, kita tidak bekerja dari nol," kata Rachmat.
Menanggapi kritikan beberapa pihak yang meragukan kemampuan Inasoc dalam menyelenggarakan SEA Games, Rachmat hanya mengatakan, "Tidak apa-apalah. Orang boleh khawatir. Kita bekerja terus," pungkasnya. (twu)
10.52
Agus Prayogo Fokus SEA Games
Written By r.ny siikecilQue on Rabu, 07 September 2011 | 10.52
PELAKSANAAN SEA Games tinggal dua bulan lagi. Dengan waktu yang semakin mepet itu, pelari Jawa Tengah Agus Prayogo mulai fokus untuk ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.
Peraih medali emas SEA Games XXV Laos 2009 ini sudah tidak turun lagi pada kegiatan-kegiatan yang menjadi ajang ujicoba. Agus juga mengakui, sudah ada permintaan dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) agar dirinya mulai konsentrasi ke SEA Games.
"Surat dari induk organisasi olahraga atletik di Tanah Air tersebut sudah mendapat persetujuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sehingga saya batal tampil di Singapura," ujarnya.
Dengan alasan ingin fokus ke SEAG itulah, Agus, yang juga prajurit TNI AD ini batal turun pada lomba lari "Army Half Maraton" di Singapura, 4 September 2011. Sudah empat tahun berturut-turut dirinya selalu mendapat undangan pada lomba lari yang menempuh jarak 21 kilometer tersebut.
Pada SEA Games mendatang, pelari kelahiran Magelang tersebut bakal turun pada nomor lari 5.000 dan 10.000 meter putra dengan target meraih dua medali emas.
"Kalau pada SEA Games 2009 Laos saya hanya turun pada nomor lari 10.000 meter dan bisa meraih emas. Pada SEA Games mendatang akan turun juga pada nomor lari 5.000 meter dengan target meraih emas," katanya.
Pada beberapa ajang internasional, Agus, yang menjalani pelatnas di perkebunan teh Pengalengan Bandung bersama Jauhari Johan (Sumatera Selatan) tersebut justru sering turun pada nomor lari 5.000 meter.(wse/twu)
Peraih medali emas SEA Games XXV Laos 2009 ini sudah tidak turun lagi pada kegiatan-kegiatan yang menjadi ajang ujicoba. Agus juga mengakui, sudah ada permintaan dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) agar dirinya mulai konsentrasi ke SEA Games.
"Surat dari induk organisasi olahraga atletik di Tanah Air tersebut sudah mendapat persetujuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sehingga saya batal tampil di Singapura," ujarnya.
Dengan alasan ingin fokus ke SEAG itulah, Agus, yang juga prajurit TNI AD ini batal turun pada lomba lari "Army Half Maraton" di Singapura, 4 September 2011. Sudah empat tahun berturut-turut dirinya selalu mendapat undangan pada lomba lari yang menempuh jarak 21 kilometer tersebut.
Pada SEA Games mendatang, pelari kelahiran Magelang tersebut bakal turun pada nomor lari 5.000 dan 10.000 meter putra dengan target meraih dua medali emas.
"Kalau pada SEA Games 2009 Laos saya hanya turun pada nomor lari 10.000 meter dan bisa meraih emas. Pada SEA Games mendatang akan turun juga pada nomor lari 5.000 meter dengan target meraih emas," katanya.
Pada beberapa ajang internasional, Agus, yang menjalani pelatnas di perkebunan teh Pengalengan Bandung bersama Jauhari Johan (Sumatera Selatan) tersebut justru sering turun pada nomor lari 5.000 meter.(wse/twu)
Label:
sea games
11.22
Shelomita Soendoro
Written By r.ny siikecilQue on Rabu, 24 Agustus 2011 | 11.22
Tak Pasang Target
Oleh Wiwig Prayugi
Batasan usia yang diberlakukan di ajang Porprov 2013, membuat Shelomita sadar diri. Perenang asal Semarang itu tak pasang target, meski masih berhasrat membela Kota Lunpia.
TIGA emas yang diraih perenang Kota Semarang Shelomita Soendoro di PON XVII/2008 Kaltim menjadi ajang pembuktian. Bagaimana tidak, saat akan berlaga di Tenggarong, atlet yang akrab dengan sapaan Mita ini sedikit cedera.
Di usianya yang memasuki 26, Shelomita juga tetap bersemangat meski sudah bertaburan perenang-perenang muda yang lebih diprioritaskan untuk ikut kejuaraan. Mita tetap menjadi pemegang rekor nasional dan PON 50 meter gaya kupu-kupu di PON Kaltim dengan catatan waktu 28.27 detik.
Perenang yang meraih 12 emas di Porprov Jateng 2009 ini masih menuai mimpi untuk bisa ke level internasional. Kendati demikian, belum terpilihnya untuk menghuni pelatnas SEA Games 2011 tetap membuatnya legowo.
“Ya, tidak masalah bagi saya. Mau dipanggil atau tidak ya tidak apa-apa. Saya yang penting fokus untuk setiap kejuaraan saja,” tutur perenang dari klub TCS ini.
Cewek kelahiran Semarang 11 September 1985 ini mengakui persaingan menuju pelatnas sangat berat. Namun, masih ada kesempatan mengingat PB PRSI masih akan membongkar pasang skuad hingga Kejuaraan Kelompok Umur di Palembang, Oktober mendatang.
“Di setiap kejuaraan akan saya ikuti, pokoknya mengalir saja. Kalau memang ditakdirkan pasti ada jalan,” tambahnya.
Meski sekarang memperkuat klub Banjarnegara, Shelomita mengaku tetap ingin ‘berkostum’ Semarang bila memperkuat ajang-ajang seperti porprov atau kejuaraan antardaerah. Sayang, untuk Porprov 2013 di Banyumas, ia mengaku pesimistis.
“Saya pesimistis memang, kalau untuk porprov karena ada pembatasan usia. Tapi dalam hati saya masih ingin membela Semarang,” lanjutnya lagi. (twu)
Oleh Wiwig Prayugi
Batasan usia yang diberlakukan di ajang Porprov 2013, membuat Shelomita sadar diri. Perenang asal Semarang itu tak pasang target, meski masih berhasrat membela Kota Lunpia.
TIGA emas yang diraih perenang Kota Semarang Shelomita Soendoro di PON XVII/2008 Kaltim menjadi ajang pembuktian. Bagaimana tidak, saat akan berlaga di Tenggarong, atlet yang akrab dengan sapaan Mita ini sedikit cedera.
Di usianya yang memasuki 26, Shelomita juga tetap bersemangat meski sudah bertaburan perenang-perenang muda yang lebih diprioritaskan untuk ikut kejuaraan. Mita tetap menjadi pemegang rekor nasional dan PON 50 meter gaya kupu-kupu di PON Kaltim dengan catatan waktu 28.27 detik.
Perenang yang meraih 12 emas di Porprov Jateng 2009 ini masih menuai mimpi untuk bisa ke level internasional. Kendati demikian, belum terpilihnya untuk menghuni pelatnas SEA Games 2011 tetap membuatnya legowo.
“Ya, tidak masalah bagi saya. Mau dipanggil atau tidak ya tidak apa-apa. Saya yang penting fokus untuk setiap kejuaraan saja,” tutur perenang dari klub TCS ini.
Cewek kelahiran Semarang 11 September 1985 ini mengakui persaingan menuju pelatnas sangat berat. Namun, masih ada kesempatan mengingat PB PRSI masih akan membongkar pasang skuad hingga Kejuaraan Kelompok Umur di Palembang, Oktober mendatang.
“Di setiap kejuaraan akan saya ikuti, pokoknya mengalir saja. Kalau memang ditakdirkan pasti ada jalan,” tambahnya.
Meski sekarang memperkuat klub Banjarnegara, Shelomita mengaku tetap ingin ‘berkostum’ Semarang bila memperkuat ajang-ajang seperti porprov atau kejuaraan antardaerah. Sayang, untuk Porprov 2013 di Banyumas, ia mengaku pesimistis.
“Saya pesimistis memang, kalau untuk porprov karena ada pembatasan usia. Tapi dalam hati saya masih ingin membela Semarang,” lanjutnya lagi. (twu)
Label:
sea games
12.58
7.000 Relawan Disiapkan untuk SEA Games
Written By deuii phiitriie on Senin, 15 Agustus 2011 | 12.58
PANITIA Pelaksana SEA Games Indonesia Sumatera Selatan telah telah membentuk relawan untuk penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Sekitar 7.000 relawan dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan tentara, bakal turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan SEA Games pada November mendatang.
Menurut Deputi III KONI Sumsel, Rozali Djaelani, seluruh relawan ini terlibat untuk memandu kontingen, menjaga venue, serta menjadi pemandu sorak pada acara pembukaan hingga penutupan SEA Games.
Tugas para sukarelawan variatif, mulai menjadi ujung tombak masalah kebersihan hingga menjadi liason officer tiap-tiap kontingen. Sedangkan untuk petugas keamanan, dibutuhkan sekitar 3.000 relawan dari TNI, serta 3.000 pemandu sorak.
Rozali menambahkan, sebanyak 2.000 orang sukarelawan telah mendapat pelatihan untuk menghadapi ribuan anggota delegasi negara-negara Asia Tenggara saat penyelenggaraan SEA Games XXVI/2011 nanti.
Sedangkan para siswa yang bertugas sebagai pemandu sorak akan mulai berlatih pada awal September.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia Sumatera Selatan, Muddai Madang mengatakan, tidak hanya pelajar yang dilibatkan menjadi sukarelawan. Tukang becak pun, turut dilibatkan. Para tukang becak di Kota Palembang, khususnya, akan diberi pembekalan mengenai kepariwisataan hingga cara melindungi tamu dari kemungkinan tindak pidana, termasuk copet.
Bersama Jakarta, Palembang akan menjadi tuan rumah penyelenggara SEA Games pada November 2011 mendatang. Sebanyak 22 cabang olahraga akan dipertandingkan di Palembang, di antaranya tenis, atletik, akuatik, senam, hingga panjat tebing. (twu)
Menurut Deputi III KONI Sumsel, Rozali Djaelani, seluruh relawan ini terlibat untuk memandu kontingen, menjaga venue, serta menjadi pemandu sorak pada acara pembukaan hingga penutupan SEA Games.
Tugas para sukarelawan variatif, mulai menjadi ujung tombak masalah kebersihan hingga menjadi liason officer tiap-tiap kontingen. Sedangkan untuk petugas keamanan, dibutuhkan sekitar 3.000 relawan dari TNI, serta 3.000 pemandu sorak.
Rozali menambahkan, sebanyak 2.000 orang sukarelawan telah mendapat pelatihan untuk menghadapi ribuan anggota delegasi negara-negara Asia Tenggara saat penyelenggaraan SEA Games XXVI/2011 nanti.
Sedangkan para siswa yang bertugas sebagai pemandu sorak akan mulai berlatih pada awal September.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana SEA Games Indonesia Sumatera Selatan, Muddai Madang mengatakan, tidak hanya pelajar yang dilibatkan menjadi sukarelawan. Tukang becak pun, turut dilibatkan. Para tukang becak di Kota Palembang, khususnya, akan diberi pembekalan mengenai kepariwisataan hingga cara melindungi tamu dari kemungkinan tindak pidana, termasuk copet.
Bersama Jakarta, Palembang akan menjadi tuan rumah penyelenggara SEA Games pada November 2011 mendatang. Sebanyak 22 cabang olahraga akan dipertandingkan di Palembang, di antaranya tenis, atletik, akuatik, senam, hingga panjat tebing. (twu)
Label:
sea games
























