Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Taekwondo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taekwondo. Tampilkan semua postingan
09.20
Aprelia Unu Sanjaya, Si Pemalu Berprestasi Internasional
Written By Khoierzblogs on Senin, 19 November 2012 | 09.20
Aprelia Unu Sanjaya (17) siswi kelas 12 Bahasa, SMA Negeri 1 Ungaran, meraih medali perak di Kejuaraan Taekwondo Korean Open untuk kategori Kyorugi kelas U-49 Yunior, belum lama ini.
Di final, taekwondoin pemalu yang kerapkali mewakili Indonesia di banyak kejuaraan internasional ini dikalahkan wakil dari Thailand. Sansan, sapaan intim Aprelia, pernah mengikuti kejuaraan beladiri asal Korea itu di Turki, Kamboja, Vietnam, Meksiko dan Korea.
Baginya, medali perak kali ini adalah raihan prestasi tertinggi selama bertarung di luar negeri. Sebelumnya ia hanya mampu meraih perunggu, masing-masing di Vietnam, Kamboja dan Meksiko. "Di Turki Open merupakan pengalaman pertama bertarung di luar negeri. Mungkin masih grogi, akhirnya saya tersingkir di penyisihan," katanya.
Sansan yang menggeluti taekwondo sejak kelas 4 SD ini bermimpi suatu ketika membela Merah Putih di Olimpiade. "Dan tekad saya bila bisa ikut Olimpiade harus menjadi juara dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," ujar penyandang Dan III tersebut.
Di level nasional, total Sansan menyumbangkan 10 medali emas untuk Jateng. Keberhasilnnya mengumpulkan prestasi dari taekwondo tak lepas dari dukungan keluarga, teman, dan guru-guru di sekolahnya.
Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Ungaran Ani Tarnasti mengaku, Sansan adalah satu dari sekitar 20 Taekwondoin yang paling berprestasi di SMA Negeri 1 Ungaran. Pihak sekolah akan terus memberikan suport kepada Sansan dan kawan-kawan untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
"Ada sekitar 20 siswa yang berprestasi, namun prestasi terbaik adalah milik Sansan. Prinsipnya, sekolah tetap akan menyuport para siswa untuk terus berprestasi," katanya. (ino/rif)
Di final, taekwondoin pemalu yang kerapkali mewakili Indonesia di banyak kejuaraan internasional ini dikalahkan wakil dari Thailand. Sansan, sapaan intim Aprelia, pernah mengikuti kejuaraan beladiri asal Korea itu di Turki, Kamboja, Vietnam, Meksiko dan Korea.
Baginya, medali perak kali ini adalah raihan prestasi tertinggi selama bertarung di luar negeri. Sebelumnya ia hanya mampu meraih perunggu, masing-masing di Vietnam, Kamboja dan Meksiko. "Di Turki Open merupakan pengalaman pertama bertarung di luar negeri. Mungkin masih grogi, akhirnya saya tersingkir di penyisihan," katanya.
Sansan yang menggeluti taekwondo sejak kelas 4 SD ini bermimpi suatu ketika membela Merah Putih di Olimpiade. "Dan tekad saya bila bisa ikut Olimpiade harus menjadi juara dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," ujar penyandang Dan III tersebut.
Di level nasional, total Sansan menyumbangkan 10 medali emas untuk Jateng. Keberhasilnnya mengumpulkan prestasi dari taekwondo tak lepas dari dukungan keluarga, teman, dan guru-guru di sekolahnya.
Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Ungaran Ani Tarnasti mengaku, Sansan adalah satu dari sekitar 20 Taekwondoin yang paling berprestasi di SMA Negeri 1 Ungaran. Pihak sekolah akan terus memberikan suport kepada Sansan dan kawan-kawan untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
"Ada sekitar 20 siswa yang berprestasi, namun prestasi terbaik adalah milik Sansan. Prinsipnya, sekolah tetap akan menyuport para siswa untuk terus berprestasi," katanya. (ino/rif)
09.10
Siapkan Regenarasi, Taekwondo Gelar Seleksi
Written By Taufik on Jumat, 28 September 2012 | 09.10
![]() |
| (harsem/dok) |
Merasa gagal di PON XVIII Riau, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng melakukan langkah cepat guna target memperbaiki prestasi di tahun-tahun ke depan. Salah satu yang disoroti adalah regenerasi dan minimnya atlet di kelas berat.
Maka untuk itu, guna menyiapkan regenerasi atlet taekwondo potensial, Pengprov TI Jateng akan menggelar seleksi atlet pelatda. Rencananya, seleksi akan diikuti oleh seluruh atlet di Jateng.
Tak hanya itu, TI Jateng juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang akan mengikuti seleksi. Sekretaris TI Jateng Yohanes Gito Andoko menuturkan, Pengkot/Pengkab TI di daerah diminta untuk segera mendaftarkan atlet terbaiknya guna mengikuti seleksi yang rencananya akan dilaksanakan di Dojang Jatidiri Semarang, Oktober mendatang.
"Seleksi ini dimaksudkan untuk menyiapkan atlet Jateng menghadapi kejuaraan daerah, nasional maupun internasional. Pendaftaran peserta seleksi akan ditutup tanggal 1 Oktober. Sehingga kami harapkan kepada seluruh pengurus TI di daerah untuk segera mendaftarkan atlet potensialnya. Pelatda sendiri akan kami siapkan sejak saat ini," tegas dia.
Atlet yang boleh mengikuti seleksi, khusus remaja di usia kelahiran 1996 hingga 1999. Tinggi badan putra minimal 168 cm, putri 165 cm. Dan berat badan harus seimbang.
Diakui, potensi atlet taekwondo di Jawa Tengah memang cukup besar. Hanya saja TI Jateng sedikit kesulitan mencari atlet terbaik di kelas-kelas berat, seperti 75 kg ke atas. Maka untuk itu, regenerasi akan difokuskan mencari bibit atlet di kelas berat. Hal ini mengacu pada hasil PON XVIII Riau, karena medali banyak didapat dari kelas ringan.
"Kami memang tak puas dengan hasil di PON Riau. Tapi ketidakpuasan itu harus direalisasikan dalam kinerja dan upaya. Maka kami menyiapkan atlet masa depan, sesuai dengan kebutuhan ideal. Untuk atlet kelas 70 kg ke bawah, potensi atlet di Jateng memang besar. Tapi di kelas 75 kg ke atas, regenerasi harus disiapkan dengan matang untuk menghadapi perkembangan taekwondo internasional," tegasnya. (H85-JBSM/13)
Maka untuk itu, guna menyiapkan regenerasi atlet taekwondo potensial, Pengprov TI Jateng akan menggelar seleksi atlet pelatda. Rencananya, seleksi akan diikuti oleh seluruh atlet di Jateng.
Tak hanya itu, TI Jateng juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang akan mengikuti seleksi. Sekretaris TI Jateng Yohanes Gito Andoko menuturkan, Pengkot/Pengkab TI di daerah diminta untuk segera mendaftarkan atlet terbaiknya guna mengikuti seleksi yang rencananya akan dilaksanakan di Dojang Jatidiri Semarang, Oktober mendatang.
"Seleksi ini dimaksudkan untuk menyiapkan atlet Jateng menghadapi kejuaraan daerah, nasional maupun internasional. Pendaftaran peserta seleksi akan ditutup tanggal 1 Oktober. Sehingga kami harapkan kepada seluruh pengurus TI di daerah untuk segera mendaftarkan atlet potensialnya. Pelatda sendiri akan kami siapkan sejak saat ini," tegas dia.
Atlet yang boleh mengikuti seleksi, khusus remaja di usia kelahiran 1996 hingga 1999. Tinggi badan putra minimal 168 cm, putri 165 cm. Dan berat badan harus seimbang.
Diakui, potensi atlet taekwondo di Jawa Tengah memang cukup besar. Hanya saja TI Jateng sedikit kesulitan mencari atlet terbaik di kelas-kelas berat, seperti 75 kg ke atas. Maka untuk itu, regenerasi akan difokuskan mencari bibit atlet di kelas berat. Hal ini mengacu pada hasil PON XVIII Riau, karena medali banyak didapat dari kelas ringan.
"Kami memang tak puas dengan hasil di PON Riau. Tapi ketidakpuasan itu harus direalisasikan dalam kinerja dan upaya. Maka kami menyiapkan atlet masa depan, sesuai dengan kebutuhan ideal. Untuk atlet kelas 70 kg ke bawah, potensi atlet di Jateng memang besar. Tapi di kelas 75 kg ke atas, regenerasi harus disiapkan dengan matang untuk menghadapi perkembangan taekwondo internasional," tegasnya. (H85-JBSM/13)
10.36

Jalan-jalan ke Korea
Apa enaknya bisa mengikuti kejuaran bertaraf internasional? Selain bangga jika meraih emas, kesempatan melanglang ke luar negeri dimanfaatkan untuk jalan-jalan.
Itu adalah pengalaman Reinaldy Atmanegara yang akrab dipanggil Rey, setelah mendongkrak prestasi di Korea Open Juni lalu, ia bisa merasakan asyiknya jalan-jalan di negeri gingseng itu.
“Ya saya sempatkan jalan-jalan ke tempat yang asyik-asyik,” kata siswa kelas 1 SMA Theresiana ini. Jalan-jalan, mendapat emas, lalu apalagi? Ternyata kisah sedih juga sempat menghampiri cowok yang hobi jalan-jalan ini. “Sebenarnya saya sedih saat bertanding di Yeong Cheon, saya cedera dan tidak bermain maksimal,” imbuhnya.
Soal prestasi, jangan tanyakan lagi. Sejak pertama berduel, mulai dari kejuaraan daerah hingga internasional emas langganan ia sikat. Nah, mulai tahun 2009, remaja yang tinggal di Jalan Kelengan Besar 955-E itu meraih emas dalam Kejuaraan Taekwondo ASEAN (ATF) di Vietnam.
Bukan tidak mungkin, jika terus diasah ia bisa mengharumkan Indonesia di level senior kejuaraan taekwondo atau Olimpiade. “Saat ini saya bangga bisa mewakili Indonesia dan mejadi juara di tingkat yunior. Tentu saja saya ingin merasakan pula menjadi juara dunia di tingkat senior,” tandasnya.
Bungsu dari dua bersaudara pasangan Fuad Hambali-Resso Fenny ini sudah tak mau jauh- jauh lagi dari tekwondo. Pra PON dan PON 2012 adalah dua arena duel yang harus ia patahkan.
Tentunya, kiprahnya untuk Indonesia di SEA Games sampai Olimpiade bakal dinanti. Semangat,
anak muda!
Bio REY
Nama Reinaldy Atmanegara
Panggilan Rey
Lahir Tangerang, 20 April 1995
Orang tua Fuad Hambali-Resso Fenny
Alamat Kelengan Besar, Semarang
Sekolah SMA Theresiana Kelas 1
Hobi Jalan-jalan
Kelas Fin
Prestasi Terbaik
Kejurda Bupati Pati Cup 2004 (1 emas)
Kejurnas Dragon Cup Solo 2008 (1 emas)
Kejurda 2007 (1 emas)
Kejurnas UGM 2008 (1 emas)
Popnas 2009 (1 emas)
Kejuaraan ASEAN (ATF Vietnam) 2009 (1 Emas)
Korea Open 2010 (1 emas)
Korea Yeong Cheon 2010 (1 perunggu)
Peraih Emas Taekwondo Korea Open
Written By Harian Semarang on Sabtu, 12 November 2011 | 10.36

Jalan-jalan ke Korea
Apa enaknya bisa mengikuti kejuaran bertaraf internasional? Selain bangga jika meraih emas, kesempatan melanglang ke luar negeri dimanfaatkan untuk jalan-jalan.
Itu adalah pengalaman Reinaldy Atmanegara yang akrab dipanggil Rey, setelah mendongkrak prestasi di Korea Open Juni lalu, ia bisa merasakan asyiknya jalan-jalan di negeri gingseng itu.
“Ya saya sempatkan jalan-jalan ke tempat yang asyik-asyik,” kata siswa kelas 1 SMA Theresiana ini. Jalan-jalan, mendapat emas, lalu apalagi? Ternyata kisah sedih juga sempat menghampiri cowok yang hobi jalan-jalan ini. “Sebenarnya saya sedih saat bertanding di Yeong Cheon, saya cedera dan tidak bermain maksimal,” imbuhnya.
Soal prestasi, jangan tanyakan lagi. Sejak pertama berduel, mulai dari kejuaraan daerah hingga internasional emas langganan ia sikat. Nah, mulai tahun 2009, remaja yang tinggal di Jalan Kelengan Besar 955-E itu meraih emas dalam Kejuaraan Taekwondo ASEAN (ATF) di Vietnam.
Bukan tidak mungkin, jika terus diasah ia bisa mengharumkan Indonesia di level senior kejuaraan taekwondo atau Olimpiade. “Saat ini saya bangga bisa mewakili Indonesia dan mejadi juara di tingkat yunior. Tentu saja saya ingin merasakan pula menjadi juara dunia di tingkat senior,” tandasnya.
Bungsu dari dua bersaudara pasangan Fuad Hambali-Resso Fenny ini sudah tak mau jauh- jauh lagi dari tekwondo. Pra PON dan PON 2012 adalah dua arena duel yang harus ia patahkan.
Tentunya, kiprahnya untuk Indonesia di SEA Games sampai Olimpiade bakal dinanti. Semangat,
anak muda!
Bio REY
Nama Reinaldy Atmanegara
Panggilan Rey
Lahir Tangerang, 20 April 1995
Orang tua Fuad Hambali-Resso Fenny
Alamat Kelengan Besar, Semarang
Sekolah SMA Theresiana Kelas 1
Hobi Jalan-jalan
Kelas Fin
Prestasi Terbaik
Kejurda Bupati Pati Cup 2004 (1 emas)
Kejurnas Dragon Cup Solo 2008 (1 emas)
Kejurda 2007 (1 emas)
Kejurnas UGM 2008 (1 emas)
Popnas 2009 (1 emas)
Kejuaraan ASEAN (ATF Vietnam) 2009 (1 Emas)
Korea Open 2010 (1 emas)
Korea Yeong Cheon 2010 (1 perunggu)
12.44
Chuncheon Open Taekwondoin Jateng Sumbang Tiga Emas
Written By deuii phiitriie on Senin, 15 Agustus 2011 | 12.44
DUA taekwondoin Jateng Domas Ayu Kirana dan Lesitra Draningjati berhasil meraih emas di kejuaraan dunia taekwondo, Chunceon City, Korea Selatan, 14-19 Juli,.
Domas Ayu Kirana dan Lesitra Draningrati yang turun di kelas poomsae perorangan merupakan penghuni pelatnas SEA Games 2011. Hasil ini sesuai yang ditargetkan pengurus TI Jateng, dua medali lainnya berhasil dibawa pulang yakni satu perak dan satu perunggu.
Di Korsel, atlet Jateng mengikuti dua kejuaraan, pertama Chuncheon Open dan sebagian di Go Sang Open. Di Go Sang Open, Jateng berhasil membawa pulang satu medali emas yang diperoleh Nadia Anggrek Cahyono Putri, dan lima perunggu.
“Saingan terberat kami ialah Korea, Thailand, dan Kazakhstan. Mereka memiliki teknik di atas rata-rata dan semangat juang yang tinggi. Itu yang kita msih sangat kurang,” kata Manager Tim Tanu Kismanto.
The 8th Chuncheon Open International Taekwondo Championship di Chunceon City merupakan ajang bergengsi bagi setiap negara yang mengikutinya. Selain dianggap prestisius, ajang itu juga memberi banyak pengalaman bagi atlet, karena diikuti perwakilan dari sekitar 50 hingga 60 negara.
Di ajang serupa pada edisi sebelumnya tahun 2010, taekwondoin Jateng juga meraih dua emas, yakni Reinaldy Atmanegara dan Elinda. Kedua atlet tersebut masih di level yunior dan bergabung di PPLP Jateng. (wig/twu)
Domas Ayu Kirana dan Lesitra Draningrati yang turun di kelas poomsae perorangan merupakan penghuni pelatnas SEA Games 2011. Hasil ini sesuai yang ditargetkan pengurus TI Jateng, dua medali lainnya berhasil dibawa pulang yakni satu perak dan satu perunggu.
Di Korsel, atlet Jateng mengikuti dua kejuaraan, pertama Chuncheon Open dan sebagian di Go Sang Open. Di Go Sang Open, Jateng berhasil membawa pulang satu medali emas yang diperoleh Nadia Anggrek Cahyono Putri, dan lima perunggu.
“Saingan terberat kami ialah Korea, Thailand, dan Kazakhstan. Mereka memiliki teknik di atas rata-rata dan semangat juang yang tinggi. Itu yang kita msih sangat kurang,” kata Manager Tim Tanu Kismanto.
The 8th Chuncheon Open International Taekwondo Championship di Chunceon City merupakan ajang bergengsi bagi setiap negara yang mengikutinya. Selain dianggap prestisius, ajang itu juga memberi banyak pengalaman bagi atlet, karena diikuti perwakilan dari sekitar 50 hingga 60 negara.
Di ajang serupa pada edisi sebelumnya tahun 2010, taekwondoin Jateng juga meraih dua emas, yakni Reinaldy Atmanegara dan Elinda. Kedua atlet tersebut masih di level yunior dan bergabung di PPLP Jateng. (wig/twu)
Label:
Taekwondo








