Latest Post
Tampilkan postingan dengan label champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label champions. Tampilkan semua postingan
08.18
Chris John Mulai Latihan Ringan
Written By Unknown on Senin, 22 Juli 2013 | 08.18
Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John mulai menjalani latihan ringan, meskipun sampai kini belum ada pemberitahuan soal rencana pertarungan berikutnya.
"Saya tetap menjalanu latihan ringan untuk menjaga kondisi badan dengan jogging, 'push up', dan 'sit up' untuk latihan yang mengarah ke fisik, sedangkan untuk teknik saya berlatih dengan 'shadow box'," kata petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan tiga kali seri di Semarang, Sabtu.
Ketika ditanya rencana untuk pertarungan mendatang, petinju dengan julukan The Dragon tersebut mengatakan, sampai kini belum ada pemberutahuan untuk pertarungan bagi dirinya.
Termasuk, kata petinju yang terakhir kali bertarung melawan petinju Jepang Satoshi Hosono di Jakarta, 14 April 2013 tersebut, untuk menjalani latihan kembali di Sasana Herry's Gym di Perth, Australia.
"Sampai kini saya belum mendapat pemberitahuan dari manajemen atau pelatih soal pertarungan yang harus saya jalani berikutnya termasuk kapan saya harus kembali menjalani latihan di Sasana Herry's Gym di Perth, Australia," kata petinju yang sudah 10 tahun memegang gelar juara dunia kelas bulu WBA tersebut.
Menyinggung soal luka di bagian pelipis kanan yang diderita saat bertarung melawan petinju Jepang satoshi Hosono di Jakarta beberapa waktu lalu, petinju yang sudah 18 kali mempertahankan gelar juara dunianya tersebut, mengatakan, sudah cukup kering tetapi masih dalam proses penyembuhan.
Saat itu, ayah dari dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut mengalami luka di pelipis kanan saat bertarung melawan petinju Jepang sehingga memerlukan waktu tiga bulan untuk menyembuhkan lukanya.
"Saya harus mendapat jahitan sebanyak 50 dari dua luka. Saya juga menjalani bedah plastik sehingga jahitannya sangat halus," kata petinju berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut.
Pertarungan perebutan gelar melawan petinju Jepang Satoshi Hosono di Jakarta, 14 April 2013, terpaksa dihentikan pada ronde ketiga oleh wasit Rafael Ramos dari Amerika Serikat karena pelipis kanan Chris John banyak mengeluarkan darah.
Pada pertarungan tersebut, Chris John tetap mempertahankan gelar yang sudah dipegangnya hampir 10 tahun meskipun pertarungan melawan Satoshi berakhir dengan "technical draw". (rif)
"Saya tetap menjalanu latihan ringan untuk menjaga kondisi badan dengan jogging, 'push up', dan 'sit up' untuk latihan yang mengarah ke fisik, sedangkan untuk teknik saya berlatih dengan 'shadow box'," kata petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan tiga kali seri di Semarang, Sabtu.
Ketika ditanya rencana untuk pertarungan mendatang, petinju dengan julukan The Dragon tersebut mengatakan, sampai kini belum ada pemberutahuan untuk pertarungan bagi dirinya.
Termasuk, kata petinju yang terakhir kali bertarung melawan petinju Jepang Satoshi Hosono di Jakarta, 14 April 2013 tersebut, untuk menjalani latihan kembali di Sasana Herry's Gym di Perth, Australia.
"Sampai kini saya belum mendapat pemberitahuan dari manajemen atau pelatih soal pertarungan yang harus saya jalani berikutnya termasuk kapan saya harus kembali menjalani latihan di Sasana Herry's Gym di Perth, Australia," kata petinju yang sudah 10 tahun memegang gelar juara dunia kelas bulu WBA tersebut.
Menyinggung soal luka di bagian pelipis kanan yang diderita saat bertarung melawan petinju Jepang satoshi Hosono di Jakarta beberapa waktu lalu, petinju yang sudah 18 kali mempertahankan gelar juara dunianya tersebut, mengatakan, sudah cukup kering tetapi masih dalam proses penyembuhan.
Saat itu, ayah dari dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut mengalami luka di pelipis kanan saat bertarung melawan petinju Jepang sehingga memerlukan waktu tiga bulan untuk menyembuhkan lukanya.
"Saya harus mendapat jahitan sebanyak 50 dari dua luka. Saya juga menjalani bedah plastik sehingga jahitannya sangat halus," kata petinju berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut.
Pertarungan perebutan gelar melawan petinju Jepang Satoshi Hosono di Jakarta, 14 April 2013, terpaksa dihentikan pada ronde ketiga oleh wasit Rafael Ramos dari Amerika Serikat karena pelipis kanan Chris John banyak mengeluarkan darah.
Pada pertarungan tersebut, Chris John tetap mempertahankan gelar yang sudah dipegangnya hampir 10 tahun meskipun pertarungan melawan Satoshi berakhir dengan "technical draw". (rif)
11.02
Kegagalan yang pantas diratapi bukan hanya oleh pendukung kedua kubu, tapi juga publik sepakbola Inggris. Bagaimana tidak, kedua tim ini digadang-gadang mampu berbicara jauh di kasta tertinggi kompetisi Benua Biru.
Keduanya juga tengah bersaing di papan atas Liga Inggris. Bila dibandingkan dua wakil Inggris lainnya, Arsenal dan Chelsea, duo Manchester sebenarnya lebih diunggulkan. Setidaknya jika mengacu pada hasil-hasil di kompetisi domestik.
Namun, hasilnya justru di luar prediksi semua orang. Arsenal melaju mulus sebagai wakil Grup E. Sementara, meski harus bertarung hingga matchday 6, Chelsea juga sukses menggenggam tiket ke babak 16 besar.
Terdepaknya Manchester City mungkin lebih bisa dimaklumi. Sebab, meski bertabur bintang, Citizens masih terlalu hijau untuk bersaing di kompetisi Eropa. Dua gol David Silva dan Yaya Toure ke gawang Bayern Munchen belum cukup untuk meloloskan Manchester Biru dari Grup A.
Skuad Roberto Mancini kalah bersaing dengan Napoli yang sukses menggulung Villareal. Jadilah Vincent Kompany cs bertarung di Liga Europa.
Di lain pihak, kegagalan Manchester United terasa lebih menyakitkan. The Red Devils sebelumnya diprediksi bakal melaju mulus sebagai wakil Grup C. Prediksi itu mengacu pada lawan-lawan Setan Merah yang di atas kertas berada satu level di bawahnya.
Benfica, Basel, dan Otelul Galati bukanlah tandingan finalis Liga Champions musim lalu itu. Tapi, MU malah tertatih-tatih untuk menggapai kemenangan. Puncaknya, di partai terakhir kontra Basel, Wayne Rooney cs yang hanya butuh hasil imbang, justru terkapar di markas wakil Swiss itu.
Catatan tersebut bisa dibilang sebuah penurunan untuk MU, mengingat mereka tiga kali menjadi finalis dalam empat musim terakhir di Liga Champions.
Sir Alex Ferguson pun mengatakan bahwa Liga Europa tidak pernah ada di benaknya.
"Tentu saja kami kecewa. Tak mungkin ada perasaan lain selain itu," ujarnya seusai laga seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Kami memenangi penguasaan bola dan punya banyak sekali kesempatan di sepertiga akhir lapangan. Beberapa serangan yang kami bangun juga sangat bagus. Namun, kami harus mengatakan bahwa penyelesaian akhir kami sangat mengecewakan."
"Liga Europa adalah turnamen yang tak pernah saya ikuti di United. Ini hanya berarti satu hal, pertandingan di hari Minggu, lalu pertandingan di hari Kamis, dan Minggu lagi."
"Inilah yang harus kami hadapi dan ini bukanlah yang terbaik. Tapi, ini adalah hukuman yang harus kami terima karena tak lolos malam ini," tandasnya. ***
DUKA MANCHESTER
Written By p3joeang45 on Jumat, 09 Desember 2011 | 11.02
PERBURUAN titel Liga Champions musim ini dipastikan tanpa duo Manchester. Dua wakil Inggris tersebut rontok di partai terakhir penyisihan grup yang berakhir Kamis (8/12) dinihari WIB.
Kegagalan yang pantas diratapi bukan hanya oleh pendukung kedua kubu, tapi juga publik sepakbola Inggris. Bagaimana tidak, kedua tim ini digadang-gadang mampu berbicara jauh di kasta tertinggi kompetisi Benua Biru.
Keduanya juga tengah bersaing di papan atas Liga Inggris. Bila dibandingkan dua wakil Inggris lainnya, Arsenal dan Chelsea, duo Manchester sebenarnya lebih diunggulkan. Setidaknya jika mengacu pada hasil-hasil di kompetisi domestik.
Namun, hasilnya justru di luar prediksi semua orang. Arsenal melaju mulus sebagai wakil Grup E. Sementara, meski harus bertarung hingga matchday 6, Chelsea juga sukses menggenggam tiket ke babak 16 besar.
Terdepaknya Manchester City mungkin lebih bisa dimaklumi. Sebab, meski bertabur bintang, Citizens masih terlalu hijau untuk bersaing di kompetisi Eropa. Dua gol David Silva dan Yaya Toure ke gawang Bayern Munchen belum cukup untuk meloloskan Manchester Biru dari Grup A.
Skuad Roberto Mancini kalah bersaing dengan Napoli yang sukses menggulung Villareal. Jadilah Vincent Kompany cs bertarung di Liga Europa.
Di lain pihak, kegagalan Manchester United terasa lebih menyakitkan. The Red Devils sebelumnya diprediksi bakal melaju mulus sebagai wakil Grup C. Prediksi itu mengacu pada lawan-lawan Setan Merah yang di atas kertas berada satu level di bawahnya.
Benfica, Basel, dan Otelul Galati bukanlah tandingan finalis Liga Champions musim lalu itu. Tapi, MU malah tertatih-tatih untuk menggapai kemenangan. Puncaknya, di partai terakhir kontra Basel, Wayne Rooney cs yang hanya butuh hasil imbang, justru terkapar di markas wakil Swiss itu.
Catatan tersebut bisa dibilang sebuah penurunan untuk MU, mengingat mereka tiga kali menjadi finalis dalam empat musim terakhir di Liga Champions.
Sir Alex Ferguson pun mengatakan bahwa Liga Europa tidak pernah ada di benaknya.
"Tentu saja kami kecewa. Tak mungkin ada perasaan lain selain itu," ujarnya seusai laga seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Kami memenangi penguasaan bola dan punya banyak sekali kesempatan di sepertiga akhir lapangan. Beberapa serangan yang kami bangun juga sangat bagus. Namun, kami harus mengatakan bahwa penyelesaian akhir kami sangat mengecewakan."
"Liga Europa adalah turnamen yang tak pernah saya ikuti di United. Ini hanya berarti satu hal, pertandingan di hari Minggu, lalu pertandingan di hari Kamis, dan Minggu lagi."
"Inilah yang harus kami hadapi dan ini bukanlah yang terbaik. Tapi, ini adalah hukuman yang harus kami terima karena tak lolos malam ini," tandasnya. ***
Label:
champions,
manchester United,
Sepakbola
08.52
Pertebal Mental, Rileks Sebelum Duel
Written By ericadventure on Rabu, 30 November 2011 | 08.52
SEDIKIT waktu yang tersisa sebelum mempertahankan gelar Super Champion kelas bulu (57,1 Kg) WBA melawan Stanyslav Merdov dimanfaatkan Chris John untuk menyiapkan mental. Dia ingin strateginya berjalan mulus dalam duel yang digelar di Challenge Stadium, Mt Claremont, Australia tersebut.
“Sekarang saya santai-santai saja, berusaha untuk enjoy lah, tinggal menjaga kondisi agar tidak sakit. Mental juga sudah saya siapkan, yang terpenting pikiran harus tenang,” kata lewat sambungan internasional, kemarin sore.
Menurut Chris, ketenangan sebelum betanding itu sangat penting untuk membantunya selalu fokus. Sebab, strategi yang telah disiapkan olehnya bisa tidak berjalan jika tidak dalam kondisi pikiran yang tenang.
Saat ini, Chris John juga sedang mendapatkan tambahan semangat dan bisa semakin tenang menjalani pertarungan melawan juara Eropa tersebut. Penyebabnya, sang istri sudah berada di Perth untuk mendampinginya bertanding.
Bukan hanya itu, Chris John bersama manajemennya juga berencana untuk mempersiapkan sang istri Anna Maria Megawati naik ke atas ring. Tapi bukan untuk mendampinginya bertanding, melainkan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya.
“Kalau jadi nanti dia yang menyanyi. Saya pikir, daripada orang lain, istri saya kan juga bisa kalau menyanyi Indonesia Raya. Dia yang menyanyi, saya yang bertanding,” ujarnya lantas tertawa.
Selain mempersiapkan mental, Chris John juga terus mengontrol berat badan. Karena itu, makanan yang dikonsumsinya pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga dirinya tak sampai kelebihan berat badan pada acara timbang badan, sore nanti.
Sementara itu, pelatih Craig Christian menguatkan pernyataan anak didiknya. Menurutnya, kondisi petinjunya sudah sangat siap untuk bertanding melawan petinju dengan karakter Eropa Stanyslav Merdov. (rif)
“Sekarang saya santai-santai saja, berusaha untuk enjoy lah, tinggal menjaga kondisi agar tidak sakit. Mental juga sudah saya siapkan, yang terpenting pikiran harus tenang,” kata lewat sambungan internasional, kemarin sore.
Menurut Chris, ketenangan sebelum betanding itu sangat penting untuk membantunya selalu fokus. Sebab, strategi yang telah disiapkan olehnya bisa tidak berjalan jika tidak dalam kondisi pikiran yang tenang.
Saat ini, Chris John juga sedang mendapatkan tambahan semangat dan bisa semakin tenang menjalani pertarungan melawan juara Eropa tersebut. Penyebabnya, sang istri sudah berada di Perth untuk mendampinginya bertanding.
Bukan hanya itu, Chris John bersama manajemennya juga berencana untuk mempersiapkan sang istri Anna Maria Megawati naik ke atas ring. Tapi bukan untuk mendampinginya bertanding, melainkan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya.
“Kalau jadi nanti dia yang menyanyi. Saya pikir, daripada orang lain, istri saya kan juga bisa kalau menyanyi Indonesia Raya. Dia yang menyanyi, saya yang bertanding,” ujarnya lantas tertawa.
Selain mempersiapkan mental, Chris John juga terus mengontrol berat badan. Karena itu, makanan yang dikonsumsinya pun sudah diatur sedemikian rupa sehingga dirinya tak sampai kelebihan berat badan pada acara timbang badan, sore nanti.
Sementara itu, pelatih Craig Christian menguatkan pernyataan anak didiknya. Menurutnya, kondisi petinjunya sudah sangat siap untuk bertanding melawan petinju dengan karakter Eropa Stanyslav Merdov. (rif)
08.48
Chris John v Stanyslav Merdov Andalkan Pukulan Jarak Dekat
Sang Naga kembali berlaga. Kali ini lawannya asal Ukraina, dengan tubuh yang sangat menjulang. Seberapa kuat Chris John bertahan?
Petarung nomor wahid Indonesia saat ini, Chris John, bakal mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) untuk ke-15 kalinya di Hall Stadium MT Claremount, Australia Barat, sore hari ini, melawan Stanyslav Merdov, petinju asal Ukraina.
Seberapa siap pria Banjarnegara itu? "Saya sudah sangat siap. Saya menjalani masa persiapan yang cukup,” lontar Chris. Yakin mampu mempertahankan sabuk? “Benar, saya sangat percaya diri mampu mempertahankan gelar," imbuhnya.
Pemilik gelar Super Champion di kelas bulu WBA itu mengakui sudah mengantongi strategi pertarungan jarak dekat guna mengatasi Merdov. "Dia lawan yang berbahaya, terutama karena memiliki tubuh lebih tinggi dari saya dan jangkauan yang lebih panjang," katanya.
Merdov memiliki jangkauan pukulan mencapai 184 centimeter. Sedangkan jangkauan “Sang Naga”, julukan Chris John, hanya mencapai 175 cm.
Lewat strategi pukulan jarak dekat, Chris ingin melancarkan pukulan-pukulan lebih banyak. "Jika saya mengambil jarak, itu akan menguntungkan Merdov karena ia memiliki jangkauan yang lebih luas," katanya.
Seperti biasanya, Chris tidak menetapkan target menang KO atau tidak. "Yang pasti saya akan bertarung seperti biasa. Terus mencari celah dan begitu ada kesempatan memukul KO pasti saya akan melakukannya," ujarnya.
Berat Badan Ideal
Sementara itu, kemarin sekitar pukul 16.00 waktu setempat kedua petinju menjalani acara timbang badan menjelang pertarungan perebutan gelar ini. Berat badan Chris 56,8 kg, sedangkan Merdov 57,1 kg.
Gelar tinju internasional ini juga akan diramaikan petinju asal Kalimantan Barat Daud Yordan yang bakal bertarung melawan petinju Amerika Serikat Frankie Archuleta untuk kejuaraan IBO Asia Pasifik.
Pertarungan Chris versus Merdov bakal dipimpin wasit Thailand Pinit Prayadsab dengan juri Francisco Martinez (Selandia Baru), Takeo Harada (Jepang), dan Prommase Chakshuksha (Thailand).
Tidak seperti biasanya, duel Chris-Merdov maupun Yordan-Frankie merupakan partai tambahan selama 12 ronde, sedangkan partai utamanya Danny Green (Australia) kontra Krzystof Wlodarczyk (Polandia) di kelas penjelajah.
Chris John yang lahir di Jakarta, 14 September 1979 tersebut memiliki rekor bertarung 45 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri selama ini sudah memainkan 371 ronde.
Petinju dengan tinggi badan 169 centimeter ini mengalami dua kali pertarungan seri saat melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela) dan Rocky Juarez (Amerika Serikat), tetapi pada pertarungan keduanya berhasil memenanginya.
Sementara itu calon lawannya, Stanyslav Merdov kelahiran Mariupol, Ukraina, 12 April 1976, memiliki rekor bertarung 32 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tujuh kali kalah (sekali di antaranya dengan KO) sudah memainkan pertarungan sebanyak 247 ronde.
Pertarungan kali ini akan menjadi pertarungan pilihan buat Chris yang ke-10. Sebelumnya, ia sangat dinantikan melakoni laga wajib atau mandatory fight melawan petinju Kuba, Yuriorkis Gamboa, namun batal. Untuk selanjutnya, Chris kemungkinan besar akan ditantang mantan pemilik gelar super champion kelas bulu versi Organisasi Tinju Internasional (IBO) asal Australia, Billy Dib. ***
Petarung nomor wahid Indonesia saat ini, Chris John, bakal mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) untuk ke-15 kalinya di Hall Stadium MT Claremount, Australia Barat, sore hari ini, melawan Stanyslav Merdov, petinju asal Ukraina.
Seberapa siap pria Banjarnegara itu? "Saya sudah sangat siap. Saya menjalani masa persiapan yang cukup,” lontar Chris. Yakin mampu mempertahankan sabuk? “Benar, saya sangat percaya diri mampu mempertahankan gelar," imbuhnya.
Pemilik gelar Super Champion di kelas bulu WBA itu mengakui sudah mengantongi strategi pertarungan jarak dekat guna mengatasi Merdov. "Dia lawan yang berbahaya, terutama karena memiliki tubuh lebih tinggi dari saya dan jangkauan yang lebih panjang," katanya.
Merdov memiliki jangkauan pukulan mencapai 184 centimeter. Sedangkan jangkauan “Sang Naga”, julukan Chris John, hanya mencapai 175 cm.
Lewat strategi pukulan jarak dekat, Chris ingin melancarkan pukulan-pukulan lebih banyak. "Jika saya mengambil jarak, itu akan menguntungkan Merdov karena ia memiliki jangkauan yang lebih luas," katanya.
Seperti biasanya, Chris tidak menetapkan target menang KO atau tidak. "Yang pasti saya akan bertarung seperti biasa. Terus mencari celah dan begitu ada kesempatan memukul KO pasti saya akan melakukannya," ujarnya.
Berat Badan Ideal
Sementara itu, kemarin sekitar pukul 16.00 waktu setempat kedua petinju menjalani acara timbang badan menjelang pertarungan perebutan gelar ini. Berat badan Chris 56,8 kg, sedangkan Merdov 57,1 kg.
Gelar tinju internasional ini juga akan diramaikan petinju asal Kalimantan Barat Daud Yordan yang bakal bertarung melawan petinju Amerika Serikat Frankie Archuleta untuk kejuaraan IBO Asia Pasifik.
Pertarungan Chris versus Merdov bakal dipimpin wasit Thailand Pinit Prayadsab dengan juri Francisco Martinez (Selandia Baru), Takeo Harada (Jepang), dan Prommase Chakshuksha (Thailand).
Tidak seperti biasanya, duel Chris-Merdov maupun Yordan-Frankie merupakan partai tambahan selama 12 ronde, sedangkan partai utamanya Danny Green (Australia) kontra Krzystof Wlodarczyk (Polandia) di kelas penjelajah.
Chris John yang lahir di Jakarta, 14 September 1979 tersebut memiliki rekor bertarung 45 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri selama ini sudah memainkan 371 ronde.
Petinju dengan tinggi badan 169 centimeter ini mengalami dua kali pertarungan seri saat melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela) dan Rocky Juarez (Amerika Serikat), tetapi pada pertarungan keduanya berhasil memenanginya.
Sementara itu calon lawannya, Stanyslav Merdov kelahiran Mariupol, Ukraina, 12 April 1976, memiliki rekor bertarung 32 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tujuh kali kalah (sekali di antaranya dengan KO) sudah memainkan pertarungan sebanyak 247 ronde.
Pertarungan kali ini akan menjadi pertarungan pilihan buat Chris yang ke-10. Sebelumnya, ia sangat dinantikan melakoni laga wajib atau mandatory fight melawan petinju Kuba, Yuriorkis Gamboa, namun batal. Untuk selanjutnya, Chris kemungkinan besar akan ditantang mantan pemilik gelar super champion kelas bulu versi Organisasi Tinju Internasional (IBO) asal Australia, Billy Dib. ***










