Meski sempat diklaim tak berubah, jumlah tim peserta Divisi Utama musim 2011/2012, yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) kembali mengalami pengerucutan.
Dalam penutupan daftar ulang tim Divisi Utama, Senin (12/12) malam, jumlah tim tidak mencapai 36. Sebelumnya, PSSI dan PT LPIS menetapkan 36 tim berlaga di Divisi Utama dengan format tiga grup.
“Itu karena, banyak tim yang memilih berkompetisi di PT Liga Indonesia (PT LI),” terang Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Ismail Mukadar.
Beberapa tim yang hijrah ke kompetisi PT LI yaitu Barito Putra, Persitara Jakarta Utara, Persiku Kudus dan PSIM Yogyakarta. Lebih jauh Saleh menjelaskan, dengan keputusan tersebut, maka tim yang tidak berkompetisi di bawah PT LPIS dan PSSI, dinyatakan absen dari liga resmi.
Sementara itu, manajemen PSIS tidak terlalu memusingkan soal perubahan jumlah klub. Hanya saja, manajemen sampai saat ini belu mendapatkan kepastian perubahan itu. Soal jadwal yang mundur jauh, PSIS akan memanfaatkan untuk mematangkan tim.
“Bagi kami yang penting tidak ada perubahan yang signifikan. Sampai saat ini kami belum mendapat info lagi. Ya, jeda yang lumayan panjang kan bisa dimanfaatkan,” terang GM Teknik Setyo Agung Nugroho.
Jadwal kompetisi diperkirakan akan kembali berubah. Pasalnya, pada saat manager meeting banyak klub memrotes lantaran banyak pertandingan yang digelar satu pekan sekali. Praktis, dari segi pembiayaan akan boros.
Solusinya, klub-klub mengusulkan laga tandang paketan, yakni selisih tiga atau empat hari untuk kota yang berdekatan. Hingga perkembangan tadi malam, klub yang bersedia ke PT LPIS hanya 27 tim.
“Tim-tim yang hengkang memang tidak secara resmi mengajukan diri mundur. Hal inilah yang sangat kami sayangkan,” ujar Dirut Kompetisi PT LPIS Hendriyana. (wig/rif)
Dalam penutupan daftar ulang tim Divisi Utama, Senin (12/12) malam, jumlah tim tidak mencapai 36. Sebelumnya, PSSI dan PT LPIS menetapkan 36 tim berlaga di Divisi Utama dengan format tiga grup.
“Itu karena, banyak tim yang memilih berkompetisi di PT Liga Indonesia (PT LI),” terang Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Ismail Mukadar.
Beberapa tim yang hijrah ke kompetisi PT LI yaitu Barito Putra, Persitara Jakarta Utara, Persiku Kudus dan PSIM Yogyakarta. Lebih jauh Saleh menjelaskan, dengan keputusan tersebut, maka tim yang tidak berkompetisi di bawah PT LPIS dan PSSI, dinyatakan absen dari liga resmi.
Sementara itu, manajemen PSIS tidak terlalu memusingkan soal perubahan jumlah klub. Hanya saja, manajemen sampai saat ini belu mendapatkan kepastian perubahan itu. Soal jadwal yang mundur jauh, PSIS akan memanfaatkan untuk mematangkan tim.
“Bagi kami yang penting tidak ada perubahan yang signifikan. Sampai saat ini kami belum mendapat info lagi. Ya, jeda yang lumayan panjang kan bisa dimanfaatkan,” terang GM Teknik Setyo Agung Nugroho.
Jadwal kompetisi diperkirakan akan kembali berubah. Pasalnya, pada saat manager meeting banyak klub memrotes lantaran banyak pertandingan yang digelar satu pekan sekali. Praktis, dari segi pembiayaan akan boros.
Solusinya, klub-klub mengusulkan laga tandang paketan, yakni selisih tiga atau empat hari untuk kota yang berdekatan. Hingga perkembangan tadi malam, klub yang bersedia ke PT LPIS hanya 27 tim.
“Tim-tim yang hengkang memang tidak secara resmi mengajukan diri mundur. Hal inilah yang sangat kami sayangkan,” ujar Dirut Kompetisi PT LPIS Hendriyana. (wig/rif)







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.