Oleh Wiwig Prayugi
Meski ada ontran-ontran di level pusat, tetapi sejumlah tim duduk manis dan diam saja ketimbang ikut ribut. PSIS salah satunya.
SITUASI PSSI makin memanas. KLB makin terus dikumandangkan klub-klub Jateng yang gerah dengan banyaknya keputusan PSSI yang kontroversial.
PSIS, memilih tak ikut ribut. Semarang yang mulai matang dengan kemenangan telah di laga perdana kemarin, ogah pusing ikut-ikutan kisruh. Apalagi, kompetisi sudah mulai berjalan akan tersendat jika klub-klub dan anggota PSSI ngotot mendesak KLB.
“KLB seharusnya menjadi jalan terakhir. Kami sebenarnya masih menginginkan rekonsiliasi, bagaimanapun PSSI adalah federasi yang memayungi klub,” ungkap Direktur Bisnis PSIS, Gumilang Febriansyah.
Mneurut Febri, meski banyak membuat keputusan kontroversial, PSSI tetap federasi sepakbola yang diakui FIFA dan AFC. Desakkan kea rah KLB juga makin membuat klub sulit bergerak. Bagi PSIS misalnya, pencarian sponsor menjadi tersendat karena mereka makin sangsi dengan kompetisi.
Sementara itu, Direktur Operasional Novel Al-Bakrie menegaskan, pihaknya tetap akan mendukung pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin. PSIS tetap akan mengusung bendera reformasi PSSI yang diluncurkan sejak perjuangan menggulingkan rezim Nurdin Halid.
“Kita tetap berada di jalur PSSI. Tentu saja, reformasi sepakbola harus berjalan terus,” katanya.
Sikap tenang PSIS ditiru PSIR. Tim berjuluk Laskar Dampo Awang itu memilih diam dan menunggu perkembangan. Rembang juga tak mau gegabah mengambil keputusan. Bila arah ke KLB semakin dekat, PSIR juga menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI.
“Kita tidak punya kepentingan apapun kecuali prestasi. Agak capek juga kalau harus KLB lagi. Semoga situasi tidak semakin rumit,” ungkap Direktur Administrasi PT Bina Putra Alam Persada Charis Kurniawan.
Semarang dan Rembang, berbeda dengan gejolak Kudus, Pekalongan, Temanggung, dan Purbalingga. Beberapa klub pemilik suara di kongres PSSI mulai meluncurkan serangan, yakni mendesak KLB dipercepat. (rif)
Meski ada ontran-ontran di level pusat, tetapi sejumlah tim duduk manis dan diam saja ketimbang ikut ribut. PSIS salah satunya.
SITUASI PSSI makin memanas. KLB makin terus dikumandangkan klub-klub Jateng yang gerah dengan banyaknya keputusan PSSI yang kontroversial.
PSIS, memilih tak ikut ribut. Semarang yang mulai matang dengan kemenangan telah di laga perdana kemarin, ogah pusing ikut-ikutan kisruh. Apalagi, kompetisi sudah mulai berjalan akan tersendat jika klub-klub dan anggota PSSI ngotot mendesak KLB.
“KLB seharusnya menjadi jalan terakhir. Kami sebenarnya masih menginginkan rekonsiliasi, bagaimanapun PSSI adalah federasi yang memayungi klub,” ungkap Direktur Bisnis PSIS, Gumilang Febriansyah.
Mneurut Febri, meski banyak membuat keputusan kontroversial, PSSI tetap federasi sepakbola yang diakui FIFA dan AFC. Desakkan kea rah KLB juga makin membuat klub sulit bergerak. Bagi PSIS misalnya, pencarian sponsor menjadi tersendat karena mereka makin sangsi dengan kompetisi.
Sementara itu, Direktur Operasional Novel Al-Bakrie menegaskan, pihaknya tetap akan mendukung pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin. PSIS tetap akan mengusung bendera reformasi PSSI yang diluncurkan sejak perjuangan menggulingkan rezim Nurdin Halid.
“Kita tetap berada di jalur PSSI. Tentu saja, reformasi sepakbola harus berjalan terus,” katanya.
Sikap tenang PSIS ditiru PSIR. Tim berjuluk Laskar Dampo Awang itu memilih diam dan menunggu perkembangan. Rembang juga tak mau gegabah mengambil keputusan. Bila arah ke KLB semakin dekat, PSIR juga menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI.
“Kita tidak punya kepentingan apapun kecuali prestasi. Agak capek juga kalau harus KLB lagi. Semoga situasi tidak semakin rumit,” ungkap Direktur Administrasi PT Bina Putra Alam Persada Charis Kurniawan.
Semarang dan Rembang, berbeda dengan gejolak Kudus, Pekalongan, Temanggung, dan Purbalingga. Beberapa klub pemilik suara di kongres PSSI mulai meluncurkan serangan, yakni mendesak KLB dipercepat. (rif)







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.