Klub yang berlaga di Divisi Utama Liga Primer Indonesia masih optimistis meski aroma KLB PSSI semakin menyengat.
PSIR Rembang berharap tidak ada perubahan drastis selain jadwal yang mundur. Tim berjuluk Laskar Dampo Awang juga tak menutupi kecemasannya. Apalagi, beberapa klub masih ada yang bersikap mendua, alias mendaftar ke PT LPIS juga PT LI.
“Sejauh ini memang baru dimundurkan saja jadwalnya. Besok (hari ini) kami baru mendapat kepastian jumlah pesertanya. Mudah-mudahan tidak perubahan drastis, apalagi sampai berubah formatnya,” tegas Direktur Administrasi PT Bina Putra Alam Persada, Charis Kurniawan.
Sayangnya, optimisme klub-klub terancam dengan memanasnya suhu persepakbolaan nasional. Puluhan klub sepakbola Jabar dan Jatim mendesak segera digelar KLB. Dari Jabar, terdapat 21 klub melayangkan tuntutan ini kepada PSSI Jabar untuk disampaikan kepada PSSI.
Sebelumnya, puluhan klub Jatim juga menyuarakan hal yang sama. Sementara itu, meski Jateng masih belum ada gerakkan, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjadi tuan rumah KLB.
PSIR sendiri tak mau terlibat dalam dikotomi dua kubu, yakni PT LPIS yang diidentikan dengan konsorsium Arifin Panigoro, maupun PT LI yang dianggap sebagai manuver rezim lama. Soal dualisme ini, PSIR juga mengaku kecewa.
“Sebenarnya kepentingannya apa sampai segitunya, kalau PSIR tidak mau tahu soal kepentingan itu, tujuan kami prestasi dan tetap berada di bawah federasi,” tutup Charis.
PSIR menyayangkan carut-marut sepakbola yang makin memanas ini. Hanya dua kubu yang berseberangan kepentingan, pada akhirnya klub yang akan menjadi korban. (wig/rif)
PSIR Rembang berharap tidak ada perubahan drastis selain jadwal yang mundur. Tim berjuluk Laskar Dampo Awang juga tak menutupi kecemasannya. Apalagi, beberapa klub masih ada yang bersikap mendua, alias mendaftar ke PT LPIS juga PT LI.
“Sejauh ini memang baru dimundurkan saja jadwalnya. Besok (hari ini) kami baru mendapat kepastian jumlah pesertanya. Mudah-mudahan tidak perubahan drastis, apalagi sampai berubah formatnya,” tegas Direktur Administrasi PT Bina Putra Alam Persada, Charis Kurniawan.
Sayangnya, optimisme klub-klub terancam dengan memanasnya suhu persepakbolaan nasional. Puluhan klub sepakbola Jabar dan Jatim mendesak segera digelar KLB. Dari Jabar, terdapat 21 klub melayangkan tuntutan ini kepada PSSI Jabar untuk disampaikan kepada PSSI.
Sebelumnya, puluhan klub Jatim juga menyuarakan hal yang sama. Sementara itu, meski Jateng masih belum ada gerakkan, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjadi tuan rumah KLB.
PSIR sendiri tak mau terlibat dalam dikotomi dua kubu, yakni PT LPIS yang diidentikan dengan konsorsium Arifin Panigoro, maupun PT LI yang dianggap sebagai manuver rezim lama. Soal dualisme ini, PSIR juga mengaku kecewa.
“Sebenarnya kepentingannya apa sampai segitunya, kalau PSIR tidak mau tahu soal kepentingan itu, tujuan kami prestasi dan tetap berada di bawah federasi,” tutup Charis.
PSIR menyayangkan carut-marut sepakbola yang makin memanas ini. Hanya dua kubu yang berseberangan kepentingan, pada akhirnya klub yang akan menjadi korban. (wig/rif)







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.