![]() |
| (harsem/dok) |
Seminggu sebelum Piala Eropa, berbagai masalah sudah menyongsong.
Dari 16 kontestan yang akan bertanding, tak satupun mempersiapkan diri dengan tenang. Bahkan tim-tim utama seperti Spanyol, Jerman, Belanda, dan Italia punya masalah pelik. Juara bertahan Spanyol, contohnya, harus bertarung tanpa kehadiran mesin gol David Villa dan defender andalan Charles Puyol.
Villa dan Puyol dililit cedera hingga memaksa pelatih Vincente del Bosque melakukan penyesuaian skuad dengan nama keduanya tak dimasukkan dalam line up.
"Kami selalu bermimpi mendapatkan gelar tersebut, namun kami sadar bahwa tim lain pun sama kuat, sama potensial. Dan kami sadar untuk menjadi pemenang, kami harus berjuang keras. Menang bisa saja kami dapatkan, tapi pasti tak mudah," tutur Silva.
Bersama Italia, Kroasia, dan Irlandia, Spanyol menghuni di Grup C dan akan memulai pertandingan perdana 10 Juni melawan Italia yang saat ini tengah diterpa isu pengaturan skor.
Skandal Pengaturan Skor
Tak hanya itu, bahkan bek kiri Domenico Criscito dicoret dari skuad Italia karena diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor. Sementara duo Juventus, Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci tengah dilirik pengadilan Cremona terkait kasus pengaturan skor dan judi bola ilegal.
Namun, pelatih Cesare Prandelli telah menyatakan hal ini sama sekali bukan masalah, apalagi sampai membuat Italia tersingkir dari Piala Eropa 2012.
Italia memang terkenal tak bersih. Bahkan sepakbola negeri Pizza ini identik dengan kontroversi. Kesuksesan mereka pada Piala Dunia 1982 dan 2006 pun dibayangi skandal pengaturan skor.
Dan ketika Prandelli tetap memercayakan barisan inti pasukannya pada para pemain Juve, pelatih Jerman Joachim Loew menaruh harapan besar pada barisan pemain Bayern Munchen-nya untuk membalaskan dendam karena kalah adu penalti melawan Chelsea pada laga final Liga Champions lalu. Layaknya Spanyol, Jerman pun menikmati kemenangan sempurna yang mereka dapatkan pada babak kualifikasi.
Trauma tak lolos
Namun keberadaan Jerman di Grup B – grup neraka bersama Belanda, Denmark, dan Portugal – mewajibkan Tim Panser tak boleh lengah. Baik Jerman maupun tim Oranye Belanda tampaknya sudah mengincar trofi Henri Delaunay ini, namun Inggris harus menurunkan ambisi mereka untuk mengincar trofi yang sama.
Apa pasal? Pelatih baru Inggris, Roy Hodgson, harus menghadapi kenyataan tiga pemain utama lini tengah Jack Wilshere, Gareth Barry, dan Frank Lampard dililit cedera.
"Tapi saya puas dengan skuad yang saya bentuk. Saya percaya mereka. Saya memang kecewa karena harus kehilangan dua pemain senior (Barry dan Lampard), namun mungkin di sisi lain ini kesempatan baik untuk pemain lain," ungkap Hodgson.
Masalah lain yang dihadapi Hodgson adalah absennya Wayne Rooney dalam dua partai perdana Inggris melawan Perancis dan Swedia. Di sisi lain, Perancis tengah mengalami progres stabil dibawah asuhan Laurent Blanc, namun luka dalam yang mereka alami pada Piala Dunia 2010 ketika tidak lolos dari babak penyisihan grup, bisa jadi kembali terjadi tahun ini.
Ukraina harus kerja keras untuk masuk ke sisa delapan tim alias perempatfinal, namun Polandia diuntungkan karena berada pada grup yang sama bersama Rusia, Republik Ceko, dan Yunani di grup A yang juga disebut-sebut grup terlemah.
Namun, bukan berarti Polandia tak mengalami masalah. Mereka tengah diterpa isu rasisme yang menyerang tingkat keamanan, tingginya harga hotel, dan ancaman ulah para hooligan Ukraina. *Arief Firhanusa.







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.