Oleh Wikha Setiawan
Juara? Mengapa tidak!
Direktur Teknik PSIS Novel Al Bakrie tidak ingin campur tangan terlalu jauh mengenai teknis persiapan tim dalam melewati laga demi laga. Ia mengaku hanya ingin melihat Donny Siregar cs bisa mengangkat tropi juara di akhir kompetisi Liga Prima Indonesia 2011/2012 ini.
“Saya tidak bisa berkomentar banyak soal tim. Hal itu sepenuhnya saya percayakan kepada pak Edy Paryono untuk menggodok tim. Terpenting, saya dan yang berada di PSIS menginginkan tim ini menjadi juara,” ujar Novel.
Namun, bukan berarti mantan Vice President Semarang United ini lepas tangan. Ia tetap menampung dan mencoba memenuhi semua kebutuhan tim selaku petinggi Mahesa Jenar. “Ya, kami akan tetap bekerja sesuai porsi dan tanggungjawab sebagaimana mestinya,” lanjutnya.
Novel juga berharap, tim kebanggaan publik Semarang ini bisa menuntaskan setiap laganya dengan hasil memuaskan. Menurutnya, kegagalan mencuri poin dapat menghambat meraih juara.
“Berharap PSIS dapat memenangi setiap laganya, karena itu tugas berat mengingat tim-tim pesaing juga mengincar juara,” paparnya lagi.
Sementara itu, pelatih Edy Paryono mengatakan bahwa ambisi memburu juara harus diimbangi dengan kematangan teknis maupun nonteknis. Ia mengaskan, menjadi juara itu harganya mahal.
“Tim harus dihuni oleh pemain-pemain yang berkualitas, biaya persiapan, dan fasilitas. Itu semua mahal harganya,” ungkap EP, begitu sapaannya.
Meski demikian, pria yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas di era Ivan Kolev dan Peter Withe ini mengaku tetap konsisten memegang kendali tim secara maksimal untuk memenuhi ambisinya sebagai juara.
“Apapun kondisinya, saya tetap konsisten untuk membawa PSIS keluar sebagai juara dan promosi ke Level I,” tegas EP.
Ramu Kolektivitas Tim
Sementara itu, persiapan PSIS menghadapi Persepar Palangkaraya yang bakal digelar di Stadion Jatidiri, Jumat (17/2), memasuki tahapan baru. Pelatih Edy Paryono mulai meramu kolektifitas tim usai membekali teknik individu di beberapa latihan terakhir.
“Kami sudah mulai memasuki wilayah kerjasama tim. Para pemain disuguhi menu bertahan dan menyerang secara kolektif,” ujar Edy Paryono usai melatih di Stadion Jatidiri, kemarin.
Ditambahkan, persiapan tersebut meliputi proses bertahan usai melakukan penyerangan maupun sebaliknya. Dengan sigap dan sgresif menyerang usai mendapat tekanan dari lawan.
“Kedua cara itu kami berikan kepada pemain. Bila mereka sudah memahaminya baru kami akan mematangkannya,” lanjut EP, begitu sapaan akrabnya.
EP mengatakan, anak-anak asuhannya sering melakukan kesalahan dalam kerja antarlini. Umpan-umpan tidak tepat sasaran, bahkan mudah kehilangan bola. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, EP membidik kelemahan tersebut untuk diantisipasi.
“Setiap pemain memiliki karakter permainan yang berbeda-beda, sehingga kami harus meramu supaya itu menjadi kekuatan tim saat menjalankan strategi permainan di lapangan,” paparnya lagi.
Kendati demikian, pelatih berkacamata minus ini mengaku belum memastikan komposisi pemain maupun format yang akan digunakan melawan Persepar. Ia masih akan melakukan-melakukan eksperimen dalam kesempatan waktu latihan yang cukup lama ini.
“Sebenarnya sudah ada pandangan, tapi kami belum bisa memastikan saat ini. Kemungkinan masih ada penyesuaian-penyesuain terhadap lawan,” kata EP.
Alternatif Lini Depan
Absennya Vitor Borges de Souza akibat akumulasi kartu kuning diakui sangat berpengaruh terhadap ketajaman lini depan Mahesa Jenar saat menjamu tim berjuluk Rangkong Borneo ini.
“Tipikal Vitor berbeda dengan striker lain, jadi absennya dia cukup berpengaruh di lini depan. Tapi kami sudah menyiapkan pemain maupun komposisi alternatif,” terang EP.
Selain itu, EP menambahkan, Donny Siregar cs dibiasakan mengenal beberapa format alternatif supaya tidak gagap jika ada perubahan-perubahan secara mendadak. “Kami nilai mengenalkan alternatif-alternatif supaya tidah mudah dibaca lawan dan selalu fresh, tidak monoton,” imbuhnya. (rif)







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.