HARI yang kelam untuk sepakbola Mesir. Sebanyak 74 orang dilaporkan meninggal dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan di Port Said usai pertandingan Al-Masry melawan Al-Ahly, Rabu (1/2) waktu setempat.
Kerusuhan terjadi setelah para suporter Al-Ahly mulai menginvasi lapangan dan membentangkan banner yang menghina Port Said usai pertandingan yang dimenangi Al-Masry dengan skor 3-1 itu. Para suporter Al-Masry kemudian menanggapinya dengan ikut turun ke lapangan dan menyerang para pemain Al-Ahly serta suporter Al-Ahly yang ada di tribun.
Kebanyakan korban yang meninggal dunia akibat tergencet orang-orang yang panik dan juga terjatuh dari tribun. Korban yang jatuh tak hanya dari pihak suporter tapi juga dari pihak kepolisian.
The New York Times melaporkan, faktor utama pecahnya kerusuhan mematikan itu karena keterlibatan ultras Al-Ahly. Mereka memang dikenal sebagai pendukung garis keras yang perilakunya tidak terduga dan akrab dengan keributan, kejahatan, bahkan sering menyerang polisi.
Ultras Al-Ahly juga ditengarai menjadi bagian dari militan penentang pemerintahan militer Mesir. Mereka dikabarkan terlibat dalam kerusuhan di Tahrir Square, saat gelombang protes revolusi Negeri Piramid setahun lalu.
Albadry Farghali, seorang anggota parlemen untuk Port Said, menyalahkan pihak keamanan dan mereka yang berwenang karena tak bisa mencegah kerusuhan ini. Ia menuding, para pihak keamanan dan pemerintah masih berpihak pada rezim Hosni Mubarak yang digulingkan setahun silam.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Mesir, Hesham Sheiha, menyebut bahwa tragedi ini sebagai sebuah bencana terbesar dalam sejarah sepakbola Mesir. "Sangat disayangkan dan sangat menyedihkan. Ini adalah bencana terbesar dalam sejarah sepakbola Mesir," ucapnya.
Presiden FIFA Sepp Blatter menyebut tragedi ini adalah hari yang kelam bagi dunia sepakbola. "Ini adalah hari yang kelam untuk sepakbola. Sungguh sebuah bencana yang tidak terbayangkan dan tidak seharusnya terjadi," ujarnya di situs resmi FIFA.
Dihentikan
Atas tragedi itu, federasi sepakbola Mesir (EFA) memutuskan untuk menghentikan liga sepakbola mereka di semua divisi sampai waktu yang belum ditentukan. Mereka juga mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk menghormati para korban.
"Federasi sepakbola Mesir sudah memutuskan untuk menghentikan liga sepakbola di empat divisi sampai waktu yang belum ditentukan setelah kekerasan yang terjadi di pertandingan antara Al Masry dan Al-Ahli, yang merupakan pukulan tragis untuk olahraga secara umum dan sepakbola secara khusus," tulis pernyataan resmi dari federasi sepakbola Mesir seperti dikutip oleh Sky Sports.
"Federasi telah mengumumkan bahwa sepakbola Mesir akan ada dalam masa berkabung selama tiga hari untuk para korban dalam kekerasan yang terjadi di pertandingan Al-Masry dan Al-Ahli," tutup pernyataan itu. ***







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.