EP Bidik Target, Widiyantoro Merendah
Written By ericadventure on Rabu, 28 Desember 2011 | 19.31
Oleh Wiwig Prayugi & Arief Firhanusa
Sleman bukan kota yang bersahabat dengan PSIS. Berulangkali Mahesa Jenar bertekuk lutut saat bertanding di daerah pemilik Bandara Adisucipto ini.
Menjalani laga away perdana menjadi tantangan tersendiri bagi PSIS. Apalagi, Donny Siregar dkk belum melakoni satu kali pun ujicoba ke luar kandang.
PSS Sleman, lawan yang sudah menghadang di Stadion Maguwoharjo, 6 Januari 2012. PSIS tentu wajib waspada. Selain memrogram latihan untuk laga away, Edy juga sudah mengintai kekuatan Sleman saat laga PSS versus Persipasi 17 Desember lalu.
Dari pengamatan itu, Edy melihat PSS di bawah besutan Widiyantoro juga lumayan ganas dan harud diwaspadai. Meskipun PSIS bersiap paling lama, PSS justru lebih mantap di laga ujicoba yang dilakukan kandang-tandang.
Pada partai ujicoba, Elang Jawa (julukan PSS, red), bahkan berhasil mengatasi tim-tim ISL. Widi sukses membuat pasukannya menggulung Persiba Balikpapan dan menahan imbang Sriwijaya FC. Di partai away, PSS juga mengalahkan Madiun Putra FC di Stadion Willis Kota Madiun. Terakhir, PSS menang 13-0 atas tim lokal Yogyakarta, Pandawa.
“Ya, kita tetap harus waspada apalagi kita bermain di kandang mereka. Tentu akan beda jika kita tuan rumah. Strategi saya juga pasti berbeda dan difokuskan untuk meraih poin,” kata Edy.
Bukan Garansi
PSIS boleh merasa lebih senior. Namun, head to head keduanya dalam dua musim terakhir tidak menguntungkan Semarang. Meski tak pernah bertemu di kompetisi resmi, PSIS selalu takluk di tangan Sleman di partai ujicoba tandang.
Hanya saja, Widiyantoro tak memakai pakem head to head sebagai garansi bahwa dalam partai PSS-PSIS bakal dimenangi timnya. “Dalam sejarah sepakbola di negara manapun, rekor pertemuan bukanlah patokan sebab pertandingan yang sudah-sudah berbeda dengan pertandingan yang akan datang. Materi pemainnya juga berbeda-beda,” katanya mantan striker PSIS ini merendah.
Widiyantoro bahkan masih mengagendakan satu ujicoba lagi sebelum melawan Mahesa Jenar. PSS juga siap melaju pada putaran pertama Divisi Utama di Grup II. Meski mengalami perubahan grup, tidak memengaruhi pola latihan.
“Ya, kami merasa kekuatan tim kami belum benar-benar mantap untuk keseluruhan kompetisi. Jadi, untuk meneliti dimana letak kelemahan tim kami, perlu sekali lagi anak-anak ujicoba,” cetus pria asal Magelang tersebut.
Soal pemain, PSS masih banyak memakai nama lama macam Fachrudin atau Anang Hadi. Sisa waktu ini, akan digunakan untuk mematangkan permainan dan komposisi inti. Pasalnya, dalam ujicoba, Widi kerap kali merombak skuadnya. ***
Label:
mahesa jenar,
PSIS







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.