BOLO Triyono (29), mantan sprinter difabel dengan kalungan 12 medali emas,perak dan perunggu sejak ASEAN Paragames 2006-2011 kepada Harsem menyatakan, merasa bangga karena walaupun sudah bukan lagi menjadi atlet tetapi masih dipercaya membawa obor api abadi Mrapen ini.
“Terus terang saya kaget saat mendapat surat pemberitahuan dari panitia, jika obor api abadi Mrapen untuk ajang ASEAN Paragames VI di Solo, dirinya yang bertugas penuh membawanya,” kata bapak berputra tiga kepada Harsem, di sela-sela jamuan makan di rumdin Walikota Salatiga, kemarin.
Warga Plupuh, Kabupaten Sragen ini menambahkan, sejak 2006 lalu sudah tidak lagi menjadi atlet, pasalnya telah mengalami cedera pada kakinya. Setelah tidak lagi menjadi atlet, mantan atlet lari cepat 100 meter ini tinggal di rumah bersama keluarganya dan menjadi petani desa. Dirinya juga mengakui jika ajang ASEAN Paragames ini merupakan salah satu tempat kompetisi bagi para penyandang cacat di negara Asia Tenggara.
Bolo juga mengungkapkan, harapannya selama ini belum mendapat respons positif dari pemerintah. Harapan itu adalah jangan sampai pemerintah terlalu membedakan antara atlet cacat dengan yang tidak cacat.
“Walaupun kami ini cacat, tetapi juga anak bangsa yang bertarung dalam olah raga secara total dan membela nama Indonesia. Bahkan, kami juda berani mengorbankan diri demi bangsa dan negara serta tidak jarang juga meninggalkan keluarga. Untuk itu, tidak ada alasannya apabila kami dibedakan dengan yang atlet yang normal atau tidak mempunyai cacat tubuh,” tandasnya. (hes/twu)







Posting Komentar
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.